Antisipasi Lonjakan Inflasi, Ekonom Bank Permata Proyeksi Suku Bunga BI Naik Semester II/2022

Bisnis.com,23 Jan 2022, 19:36 WIB
Penulis: Maria Elena
Kantor Bank Indonesia/Ilustrasi-Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan 3,5 persen pada bulan ini, mempertimbangkan untuk menjaga stabilitas inflasi, nilai tukar, dan sistem keuangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

Di sisi lain, BI mengumumkan akan mulai melakukan normalisasi kebijakan likuiditas, dengan menaikkan giro wajib minimum (GWM) untuk perbankan secara bertahap mulai 1 Maret 2022.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyampaikan, kebijakan GWM tersebut merupakan salah satu langkah BI dalam melakukan normalisasi kebijakan moneter.

“Langkah ini ditempuh BI terlebih dahulu, seiring dengan minimnya risiko perlambatan ekonomi dalam kenaikan GWM,” katanya kepada Bisnis, Jumat (21/1/2022).

Dengan kenaikan GWM, Josua menilai likuiditas di perbankan akan berkurang, namun dengan kondisi likuiditas perbankan yang masih cukup longgar, dampaknya terhadap penyaluran kredit cenderung terbatas.

“Bila dilihat dari indikatornya, likuiditas perbankan, yang diindikasikan oleh AL/DPK, tercatat sebesar 35,12 persen lebih tinggi dibandingkan dengan 2020 sebesar 31,67 persen,” jelasnya.

Dari hasil Rapat Dewan Gubernur bulan ini, Josua memperkirakan BI akan terlebih dahulu mengetatkan kondisi likuiditas perbankan, sebelum menaikkan suku bunga acuan.

Menurutnya, BI akan menitikberatkan pertimbangan kenaikan suku bunga terhadap risiko inflasi, yang diperkirakan mulai meningkat pada kuartal II/2021.

“Atas dasar tersebut, kami perkirakan BI akan mulai menaikan suku bunganya pada semester kedua tahun 2022,’ kata Josua.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Hadijah Alaydrus
Terkini