KPR Tetap Jadi Fokus Utama Bank Maybank (BNII) di Tahun Macan Air

Bisnis.com,23 Jan 2022, 15:05 WIB
Penulis: Rika Anggraeni
Karyawan melintas di depan kantor cabang Maybank Indonesia, di Jakarta, Kamis (27/6/2019)./Bisnis-Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) menyatakan kredit pemilikan rumah atau KPR akan tetap menjadi fokus utama perseroan pada 2022.

Direktur Community Financial Services (CFS) Maybank Indonesia Steffano Ridwan berharap prospek KPR di 2022 akan meningkat. Hal ini seiring dengan pemulihan di sektor properti yang sudah dimulai sejak 2021.

“Secara keseluruhan, penyaluran kredit KPR Maybank Indonesia di tahun 2021 meningkat,” ujar Steffano kepada Bisnis, Jumat (21/1/2022).

Menurutnya, perpanjangan pemberian insentif fasilitas Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) oleh pemerintah sampai dengan Juni 2022 mendatang, akan semakin mendorong permintaan atau penjualan properti ke tingkat yang lebih baik lagi.

“Tahun ini, produk KPR akan tetap menjadi salah satu fokus utama Maybank Indonesia dan perpanjangan pemberian insentif PPN DTP oleh pemerintah secara tidak langsung mendukung upaya kami untuk meningkatkan penyaluran kredit KPR,” terangnya.

Selain itu, guna mendukung peningkatan penyaluran kredit KPR, Bank Maybank juga menghadirkan beberapa program pemasaran sektor properti, mulai dari memberikan suku bunga yang menarik dan kompetitif, meluncurkan program kemitraan bersama developer atau pengembang rekanan, dan agen properti.

Sementara itu, jika melihat kinerja keuangan perseroan pada September tahun lalu, Maybank Indonesia membukukan laba bersih setelah pajak dan kepentingan nonpengendali senilai Rp1,06 triliun.

Realisasi tersebut lebih rendah 3,3 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy) dari Rp1,10 triliun. Penurunan ini disebabkan adanya penyesuaian perhitungan pajak tangguhan atau deferred tax.

Dari sisi pendapatan, Maybank Indonesia membukukan pendapatan bunga bersih senilai Rp5,35 triliun, susut 4,7 persen yoy karena pertumbuhan kredit yang lebih rendah dan tren yield kredit yang menurun.

Selain itu, perseroan juga mempertahankan postur risiko pada tingkat yang sehat dan memastikan kualitas aset tetap terjaga. Rasio NPL (konsolidasian) sebesar 4,6 persen (gross) dan 2,9 persen (net) pada September 2021, disebabkan oleh penurunan kredit.

Portofolio KPR CFS-Ritel Maybank, yang pada kuartal sebelumnya mengalami fase pembalikan (turnaround), masih tumbuh sebesar 5,9 persen pada sembilan bulan 2021 menjadi Rp14,82 triliun dari Rp13,99 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Hadijah Alaydrus
Terkini