Lo Kheng Hong Enggan Beli Saham Bank Digital, Kenapa?

Bisnis.com,09 Feb 2022, 14:04 WIB
Penulis: Dionisio Damara
Layar menampilkan Investor senior Lo Kheng Hong memberikan pemaparan dalam Bisnis Indonesia Business Challenges 2022 di Jakarta, Rabu (15/12/2021). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA – Investor kawakan Lo Kheng Hong mengaku enggan membeli saham-saham perusahaan digital yang bergerak di bidang perbankan.

Pak Lo, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa tidak mungkin dirinya membeli saham bank kecil dengan aset di bawah Rp10 triliun, tetapi memiliki price to book (P/B) 50x, sedangkan ada bank beraset Rp200 – Rp300 triliun P/B hanya 0,5x.

“Di portofolio saya sama sekali tidak ada perusahaan digital. Sangat mengerikan bagi saya seorang value investor,” ujarnya dalam diskusi daring, Selasa (8/2/2022).

Dia menambahkan bahwa ada juga perusahaan yang mungkin sepanjang 2021 labanya hanya menyentuh Rp250 miliar, tetapi memiliki valuasi senilai Rp100 triliun.

“Jadi, tidak mungkin saya beli seperti itu. Saya lebih suka beli saham-saham seperti tambang batu bara yang P/E [price to earning] di bawah 5, atau beli bank-bank yang P/B hanya 0,5x yang murah-murah. Jadi, tidak mungkin saya beli perusahaan digital. Tidak masuk akal buat saya.”

Pak Lo menganalogikan bahwa dirinya hanya mau membeli mobil Mercy dengan harga Avanza. Bukan bajaj yang dijual dengan harga Mercy.

“Bajaj dijual harga Mercy tentu saya tidak mau beli, tetapi kalau Mercy dijual harga Avanza ya saya mau beli. Mercy yang dijual harga Avanza itu di dunia nyata tidak ada, yang ada hanya di bursa saham saja,” pungkasnya.

Pak Lo, kini berstatus sebagai pemegang saham dengan kepemilikan di atas lima persen untuk empat emiten Bursa Efek Indonesia (BEI).

Portofolio itu tersebar di PT Petrosea Tbk. (PTRO), PT Global Mediacom Tbk. (BMTR), PT Clipan Finance Indonesia Tbk. (CFIN), PT Gajah Tunggal Tbk. (GJTL).

Mendapat julukan sebagai Warren Buffett Indonesia, tidak sedikit kalangan investor yang meniru gaya berinvestasi Lo Kheng Hong termasuk portofolio saham yang dimiliki.

Apalagi, beberapa saham pilihannya telah terbukti masuk kategori multibagger sehingga membuat Pak Lo untung ratusan miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Azizah Nur Alfi
Terkini