BCA (BBCA), Mandiri (BMRI), BNI (BBNI), BRI (BBRI) Genjot Transaksi Digital, Siapa Paling Tinggi?

Bisnis.com,14 Feb 2022, 10:41 WIB
Penulis: Rika Anggraeni
Petugas Bank Indonesia (BI) Tegal mempraktikan cara melakukan pembayaran melalui aplikasi uang elektronik, dompet elektronik, dan mobile banking saat peluncuran dan implementasi QR Code Indonesian Standard (QRIS) untuk desa wisata di Pasar Slumpring, Desa Cempaka, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Minggu (16/2/2019). /Antara Foto-Oky Lukmansyah

Bisnis.com, JAKARTA — Sebanyak 4 bank jumbo yang termasuk dalam Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 4 telah merilis laporan keuangan sepanjang 2021.

Mereka adalah bank-bank yang memiliki modal inti lebih dari Rp70 triliun, antara lain PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI).

Keempat bank jumbo strata teratas berdasarkan modal inti ini tercatat konsisten memperkuat nilai transaksi digital banking sepanjang 2021.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, berikut adalah nilai transaksi digital banking bank jumbo sepanjang 2021:

1. BCA

Dalam mengembangkan platform perbankan transaksi, BCA memperkuat ekspansi ekosistem digital melalui kolaborasi dengan mitra strategis serta melakukan berbagai inovasi layanan digital.

Sepanjang 2021, total volume transaksi BCA naik 42 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), terutama didukung oleh transaksi pada mobile banking yang tumbuh sebesar 60 persen yoy.

“Hal ini selaras dengan kenaikan jumlah rekening nasabah BCA sebesar 16 persen yoy mencapai 29 juta di akhir tahun 2021, yang sebagian besar berasal dari layanan pembukaan rekening secara online,” kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja dalam paparan kinerja, baru-baru ini.

Secara rinci, mobile banking tumbuh 50,4 persen yoy, dari Rp2.693 triliun per Desember 2020 menjadi Rp4.049 pada posisi Desember 2021. Transaksi internet banking juga tercatat mencapai Rp15.118 triliun pada akhir 2021. Nilai itu tumbuh 33,7 persen yoy dari posisi Desember 2020 sebesar Rp11.308 triliun.

Adapun, transaksi di kantor cabang tetap tumbuh 5,5 persen yoy dari Rp12.446 triliun menjadi Rp13.127 triliun pada Desember 2021. Selain itu, nilai transaksi ATM BCA mencapai Rp2.145 triliun sepanjang 2021. Nilai itu tumbuh 6,2 persen yoy dari Desember 2020, yakni Rp2.020 triliun.

2. Bank Mandiri

Pertumbuhan kinerja Bank Mandiri sepanjang tahun 2021, tidak terlepas dari peran teknologi pada bisnis perseroan.

Pada kuartal IV 2021, Bank Mandiri telah menghadirkan solusi perbankan digital kepada nasabah lewat Super App Livin' by Mandiri untuk menghadirkan customer experience selayaknya layanan cabang dalam genggaman yang dispesifikasi ke nasabah ritel. Selain itu ada pula Kopra by Mandiri yang memberikan layanan digital single access kepada nasabah wholesale.

“Akselerasi kedua layanan digital perseroan ini pun telah mencetak sejumlah pencapaian positif di tahun 2021,” kata Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan, baru-baru ini.

Sejak diluncurkan pada Oktober 2021 lalu, aplikasi Livin' by Mandiri telah diunduh sebanyak lebih dari 7,5 juta kali dengan total pengguna menembus 10 juta nasabah dan melayani lebih dari 1,5 miliar transaksi dengan nilai transaksi sebesar Rp1.630 triliun.

Sementara itu, Platform Digital Kopra by Mandiri mencatatkan transaksi wholesale channel sebesar Rp13.500 triliun dan mampu melayani transaksi trade finance sebesar Rp 553 triliun serta bank guarantee mencapai Rp94,3 triliun hingga akhir 2021.

"Pada tahun 2021 lalu, Bank Mandiri telah berhasil melakukan lompatan dengan mendigitalisasi hampir seluruh layanan transaksi nasabah.” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

  1. 1
  2. 2
Tampilkan semua
Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Muhammad Khadafi
Terkini