Modal Ekspansi Kawasan Asean, Grup Modalku Diguyur Rp2 Triliun

Bisnis.com,16 Feb 2022, 14:37 WIB
Penulis: Aziz Rahardyan
Reynold Wijaya (CEO & Co-Founder Modalku) dan Iwan Kurniawan (COO & Co-Founder Modalku)./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Grup teknologi finansial pendanaan bersama (P2P lending) buat UMKM, Modalku, lewat induk usahanya Funding Asia Group alias Funding Societies mengumumkan telah memperoleh tambahan pendanaan di Seri C+.

Funding Societies diguyur US$144 juta atau Rp2,06 triliun (asumsi kurs Rp14.292) dalam putaran pendanaan yang dipimpin oleh SoftBank Vision Fund 2, dan investor baru, seperti VNG Corporation yang merupakan perusahaan teknologi raksasa dari Vietnam, Rapyd Ventures, investor global berbasis di Asia, EDBI; Indies Capital, K3 Ventures, dan Ascend Vietnam Ventures.

Adapun, pendanaan ini menyusul putaran Seri C sebelumnya senilai US$45 juta yang diperoleh antara tahun 2020 dan 2021. Harapannya mampu memperkuat posisi Grup Modalku sebagai pemimpin dalam pendanaan digital di kawasan.

Oleh sebab itu, dana akan digunakan perusahaan untuk mengelola pengeluaran serta meningkatkan layanan B2B payments bagi UMKM di Asia Tenggara. Nilai US$16 juta dari pendanaan terbaru ini akan digunakan untuk berkontribusi ke opsi rencana saham perusahaan, dalam bentuk pembelian kembali saham, bagi karyawan terdahulu maupun saat ini.

Pada saat yang sama, perusahaan juga menerima fasilitas dana pinjaman sebesar US$150 juta untuk disalurkan ke para borrower UMKM, berasal dari pendana institusi di Eropa, Amerika Serikat, dan Asia yang sebagian telah dicairkan sejak 2021.

Co-founder Funding Societies | Modalku, Reynold Wijaya mengatakan sebuah kehormatan bagi pihaknya untuk terus dapat dipercaya oleh para investor yang sudah mendukung sejak awal, maupun para investor baru.

"Setelah berhasil membuktikan kapabilitas kredit kami selama krisis finansial yang belum pernah terjadi sebelumnya, Modalku akan memperluas bisnis menuju neobanking. Kami berkomitmen untuk dapat mendukung UMKM lebih baik, memperkuat kehadiran kami di Asia Tenggara, dan membawa dampak positif yang lebih besar ke masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (16/2/2022).

Grup Modalku sendiri hadir sejak 2015 oleh Kelvin Teo dan Reynold Wijaya, lulusan dari Harvard Business School untuk memberdayakan UMKM di Asia Tenggara. Grup Modalku berupaya untuk memecahkan tantangan utama UMKM yang menghambat pertumbuhan mereka.

Contohnya, besarnya nilai financial gap di kawasan Asean yang diproyeksikan telah menyentuh US$300 miliar. Meskipun nyaris 99 persen dari semua usaha di Asean merupakan usaha kecil, nyatanya para pelaku UMKM menghadapi banyak rintangan dalam memperoleh pinjaman usaha dari lembaga keuangan konvensional karena kurangnya rekam jejak kredit atau agunan untuk dijaminkan.

Grup Modalku hadir untuk menawarkan pinjaman hingga Rp2 miliar yang dapat dicairkan dalam waktu 24 jam, sehingga menjadi solusi bagi para UMKM terhadap tantangan terkait akses modal untuk bisnis.

Setelah tujuh tahun berlalu, Grup Modalku saat ini sudah memiliki lisensi di empat negara ASEAN, yaitu Singapura, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan sudah beroperasi di Vietnam. Hingga saat ini, Grup Modalku telah menyalurkan pendanaan usaha lebih dari Rp29,4 triliun kepada lebih dari 4,9 juta transaksi pinjaman UMKM di Asia Tenggara.

Sebuah studi terbaru yang menggunakan metodologi dari Asian Development Bank, bahkan mengungkapkan bahwa UMKM yang didukung oleh Grup Modalku berkontribusi sebesar US$3,6 miliar atau sekitar Rp51,6 triliun ke Produk Domestik Bruto di Asia Tenggara.

Terkini, pendanaan tahunan Grup Modalku pun tercatat telah melebihi US$1 miliar atau sekitar Rp14,3 triliun pada kuartal IV/2021. Selain itu, sebagian dari fasilitas dana pinjaman yang didanai Grup Modalku tersebut berasal dari pendana institusi yang berbasis di Eropa.

Sejak 2019, Grup Modalku telah memperluas layanan keuangannya di luar pinjaman dan berencana untuk melakukan ekspansi ke lebih banyak lokasi di Asean dalam 12 bulan ke depan.

Managing Partner SoftBank Investment Advisers, Greg Moon menjelaskan kehadiran Grup Modalku penting untuk memberikan angin segar buat UMKM di seluruh Asean yang kebanyakan terpaksa mengandalkan pendanaan pribadi untuk mendukung pertumbuhan usaha mereka.

"Grup Modalku hadir dan menjembatani para pengusaha ini untuk mengakses pendanaan yang lebih sesuai kebutuhan mereka dan lebih terjangkau dengan membangun sistem yang menilai suatu usaha dari kinerja dan menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) agar proses lebih efektif. Kami senang dapat mendukung misi mereka berkontribusi bagi Asia Tenggara dengan mendanai UMKM yang layak namun belum terlayani," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Azizah Nur Alfi
Terkini