BFI Finance (BFIN) Sebut Pinjol Anak Usahanya Tumbuh Signifikan

Bisnis.com,17 Feb 2022, 00:36 WIB
Penulis: Aziz Rahardyan
Karyawan melayani nasabah di kantor PT BFI Finance Indonesia, Serpong, Tangerang Selatan, Senin(6/3)./JIBI-Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan pembiayaan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) bangga di tengah kinerja keuangan yang positif, inisiatif barunya berupa anak usaha di bidang teknologi finansial juga terbilang berhasil.

Direktur Keuangan BFI Finance Sudjono mengungkap bahwa anak perusahaan BFIN yang berlisensi tekfin pendanaan bersama alias peer-to-peer lending, yaitu PT Finansial Integrasi Teknologi (FIT) alias Pinjam Modal telah mampu melipatgandakan penyaluran pinjamannya.

"Platform Pinjam Modal sepanjang tahun 2021 berhasil menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp524 miliar, atau meningkat 76 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini tidak terlepas dari kemampuan business development serta sistem aplikasi yang dikembangkan selama ini," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (16/2/2022).

Sebagai informasi, Pinjam Modal akan menjadi alat BFIN untuk masuk melayani ekosistem digital tertentu yang membutuhkan pembiayaan sektor produktif bertenor singkat. 

Misalnya, modal bahan baku, atau supply chain financing, dan lain-lain, namun mengutamakan sistem Application Programming Interfaces (API) secara langsung atau seamless dari platform digital milik mitra.

Sebagai contoh, beberapa yang telah menjadi mitra Pinjam Modal pada 2021, antara lain ekosistem pedagang pasar di platform GrosirOne, shipper Ninja Xpress, pelaku UMKM Sahabat SiCepat, dan terbaru dengan ekosistem distributor FMCG keliling bernama Boom Motorist.

Direktur Bisnis BFI Finance Sutadi pun sempat menjelaskan bahwa keberadaan Pinjam Modal akan menjadi strategi perluasan layanan pembiayaan. BFIN sebagai induk usaha bisa menjadi pendana (lender) institusi Pinjam Modal yang akan menyalurkan pinjamannya ke pelaku UMKM dalam ekosistem digital.

Sebagai gambaran, portofolio BFIN kebanyakan merupakan pembiayaan mobil bekas ke konsumen dengan porsi lebih dari 71 persen. Sementara pembiayaan produktif hanya mengambil porsi kecil sisanya, kebanyakan berasal dari alat berat dan mesin-mesin.

"Jadi salah satu bagian penting dari strategi digital kami juga termasuk kolaborasi dan optimalisasi teknologi dengan konsep open API yang dikembangkan oleh Pinjam Modal," ujarnya kepada Bisnis beberapa waktu lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Mia Chitra Dinisari
Terkini