Saham MNC Bank (BABP) Ambrol, Huni Top Losers Sepekan

Bisnis.com,27 Feb 2022, 09:50 WIB
Penulis: Rika Anggraeni
MotionBanking MNC Bank/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Saham PT Bank MNC Internasional Tbk. (BABP) menjadi satu-satunya saham emiten perbankan yang masuk ke dalam daftar saham top losers selama sepekan terakhir periode 21 Februari – 25 Februari 2022.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham emiten bank Grup MNC milik taipan Hary Tanoesoedibjo ini harus menempati posisi ke-7 top losers dan tercatat mengalami koreksi sebesar 20,25 persen menjadi Rp193 secara mingguan. Sementara itu, pada pekan lalu saham Bank MNC bernilai Rp242.

Jika dipantau, saham BABP melanjutkan koreksi sejak perdagangan Senin (22/2/2022) hingga Jumat (25/2/2022). Artinya, emiten bersandi saham BABP ini mengalami koreksi selama 4 hari berturut-turut selama sepekan terakhir.

Adapun, penurunan terdalam terjadi pada perdagangan Kamis (24/2/2022) dengan koreksi 6,42 persen atau turun 14 poin ke level Rp204 per saham.

Meski demikian, saham BABP berada di zona hijau dengan kenaikan 35,92 persen selama sebulan terakhir. Namun, turun 7,21 persen selama 3 bulan terakhir. Sementara itu, saham Bank MNC tumbuh 3,76 secara year-to-date.

Sementara itu, pada perdagangan Jumat (25/2/2022), saham BABP ditutup melemah dengan koreksi 5,39 persen ke level Rp193 per saham dengan volume yang diperdagangkan sebanyak 199,67 juta saham dan turnover senilai Rp39,57 miliar.

Dengan demikian, kapitalisasi pasar atau market cap yang dimiliki PT Bank MNC Internasional Tbk. menjadi Rp6,06 triliun.

Sebelumnya, MNC Bank telah menerbitkan 1.969.696.969 atau 1,97 miliar saham baru seri B dengan nilai nominal Rp50. Dengan harga pelaksanaan private placement sebesar Rp165, sehingga BABP meraih dana Rp324,9 miliar.

Lebih lanjut, Direksi MNC Bank menyatakan dana yang diterima perseroan akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan, ekspansi kredit, dan mendukung pengembangan aplikasi MotionBanking.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Pandu Gumilar
Terkini