Dirjen Kementerian PUPR dan Sekjen ATR/BPN Jadi Komisaris Bank BTN

Bisnis.com,03 Mar 2022, 01:21 WIB
Penulis: Dionisio Damara
Suasana layanan di kantor PT Bank Tabungan Negara Tbk di Jakarta, Senin (8/1). /JIBI-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Rapat Umum Pemegang Saham (RUPST) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau BBTN menunjuk tiga komisaris baru perseroan. Dari tiga nama itu, dua di antaranya berasal dari lingkungan pemerintahan.

RUPST emiten bank dengan kode BBTN itu memilih Herry Trisaputra Zuna dan Himawan Arief Sugoto sebagai Komisaris baru perseroan. Sementara itu, Sentot A. Sentausa ditunjuk pemegang saham sebagai Komisaris Independen.

Untuk diketahui, Herry merupakan Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Adapun, Himawan menjabat Sekretaris Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Direktur Utama Bank BTN, Haru Koesmahargyo, menyatakan bahwa masuknya dua nama itu merupakan keputusan tepat dari pemegang saham Seri A Dwiwarna.

“Pemegang saham Seri A Dwiwarna memiliki keputusan yang tepat karena sebagai perwakilan pemegang saham, dalam hal ini juga pemerintah, memberikan dukungannya kepada sektor perumahan,” ujar Haru dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (2/3/2022).

Sementara itu, RUPST juga menyetujui dan menunjuk kembali Nixon LP Napitupulu menjadi Wakil Direktur Utama perseroan. Dengan demikian, direksi BTN tidak mengalami perubahan dan siap menyelesaikan proses transformasi yang sudah dimulai sejak 2020.

“Kami optimistis jajaran baru ini akan solid membawa Bank BTN mencapai target sebagai The Best Mortgage Bank pada 2025,” pungkas Haru.

Wakil Direktur Utama Bank BTN, Nixon LP Napitupulu, menambahkan bertahannya susunan pengurus perseroan menjadi cermin komitmen pemerintah dalam mendukung transformasi BTN. Hal ini juga ditunjukkan melalui pilihan komisaris yang berkaitan dengan industri perumahan.

“Artinya, memang BTN ke depannya masih tetap memiliki mandat untuk pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah [MBR], walaupun memang strategi kami juga sudah masuk ke milenial,” tuturnya.

Sepanjang 2022, BBTN menetapkan sejumlah target yang siap dibidik. Dari sisi kredit dan dana pihak ketiga (DPK) perseroan mematok pertumbuhan 9 persen – 11 persen.

Sementara itu, laba bersih ditargetkan tumbuh 10 persen – 13 persen, sementara rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross diharapkan membaik pada kisaran 3,4 persen hingga 3,5 persen.

Untuk mencapai target pertumbuhan kredit, perseroan akan mengoptimalkan program perumahan nasional melalui kontribusi pada program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) FLPP, KPR BP2BT dan KPR TAPERA, dengan potensi realisasi unit sebanyak 169.300 unit.

Di sisi lain, Bank BTN juga akan menjaga yield kredit di kisaran 7 persen – 8 persen dengan meningkatkan kontribusi kredit bermarjin tinggi, terutama kredit payroll dan usaha kecil menengah. Langkah ini dilakukan guna menjaga momentum pertumbuhan laba bersih. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Muhammad Khadafi
Terkini