BNI (BBNI) Tebar Dividen Rp2,72 Triliun, Catat Nih Jadwalnya!

Bisnis.com,17 Mar 2022, 18:29 WIB
Penulis: Dionisio Damara
Gedung BNI/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) memutuskan untuk membagikan dividen tunai tahun buku 2021 kepada pemegang saham sebesar Rp2,72 triliun atau Rp146 per saham. Jumlah ini mencapai 25 persen dari laba bersih perseroan.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Kamis (17/3/2022), manajemen BNI menyampaikan akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen (cum dividen) di pasar reguler dan negosiasi berlangsung pada 23 Maret 2022, sedangkan di pasar tunai pada 25 Maret.

Sementara itu, awal perdagangan saham tanpa hak dividen (ex dividen) di pasar reguler dan negosiasi digelar pada 24 Maret 2022, sedangkan di pasar tunai pada 28 Maret 2022.

Selanjutnya, tanggal daftar pemegang saham yang berhak dividen (recording date) berlangsung pada 25 Maret mendatang. Adapun, tanggal pembayaran dividen bakal dilakukan pada 14 April.

Di sisi lain, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan perseroan akan menyetorkan dividen senilai Rp1,63 triliun ke kas umum negara, sementara sebanyak Rp1,09 triliun akan disetor ke publik. Ini sesuai dengan keputusan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST).

Dia menuturkan RUPST juga memberikan wewenang dan kuasa kepada direksi perseroan dengan hak substitusi, untuk menetapkan jadwal dan tata cara pembagian dividen Tahun Buku 2021 sesuai ketentuan yang berlaku.

Adapun, sebesar 75 persen dari laba bersih perseroan atau senilai Rp8,17 triliun akan digunakan sebagai saldo laba ditahan untuk pengembangan usaha berkelanjutan BNI ke depan.

“Nilai dividen 2021 kali ini naik 3,3 kali lipat dari dividen tahun lalu yang sebesar Rp820,1 miliar. Dengan demikian nilai dividen kali ini Rp146 per saham, naik tiga kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu sebesar Rp44 per saham,” kata Royke.

Sebagaimana diketahui, emiten bank dengan kode BBNI tersebut berhasil membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 10,89 triliun sepanjang 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Farid Firdaus
Terkini