The Fed Bakal Naikkan Suku Bunga 7 Kali, Bos BI Beberkan Dampaknya ke RI

Bisnis.com,21 Mar 2022, 16:54 WIB
Penulis: Maria Elena
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (29/4/2020). Dok. Bank Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebanyak tujuh kali pada tahun ini. 

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa normalisasi kebijakan di negara maju yang sudah berlangsung dan kemungkinan akan lebih cepat dari perkiraan akan menjadi tantangan bagi negara berkembang, termasuk Indonesia.

“Kita sudah melihat bahwa Bank Sentral Amerika sudah mulai menaikkan suku bunga kebijakannya, semula kami perkirakan 5 kali tahun ini tapi Inflasi yang tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang cepat di Amerika kemungkinan akan mendorong Bank Sentral Amerika menaikkan suku bunga tujuh kali termasuk yang sudah di Maret,” katanya dalam video conference, Senin (21/3/2022).

Perry mengatakan langkah bank sentral negara maju tersebut akan mendorong kenaikan suku bunga dan berdampak pada persepsi risiko investasi global.

Menurutnya, kebijakan The Fed juga mempersulit negara berkembang untuk bisa pulih karena harus mengatasi dampak dari rambatan global.

"Imbasnya ketidakpastian dan kenaikan suku bunga itu terhadap arus modal ke negara-negara berkembang,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan situasi ini juga akan membatasi kemampuan negara-negara berkembang dalam merumuskan kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.

Oleh karena itu, Perry menilai normalisasi kebijakan moneter menjadi salah satu isu prioritas yang diangkat dalam Presidensi G20 Indonesia.

Pasalnya, normalisasi kebijakan di negara maju dinilai perlu dikalibrasi secara baik, direncanakan secara baik, dan dikomunikasikan secara baik agar dampak ke perekonomian global, terutama negara berkembang dapat dimitigasi dengan baik.

Sebagaimana diketahui, The Fed telah menaikkan suku bunga acuan pertamanya pada pertemuan The Federal Open Market Committee (FOMC) pada Maret 2022. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Feni Freycinetia Fitriani
Terkini