Paiton Energy Konservasi Hutan Bakau untuk Mitigasi Perubahan Iklim

Bisnis.com,30 Mar 2022, 14:29 WIB
Penulis: Khadijah Shahnaz
Konservasi alam Kampung Blekok/Bisnis-Khadijah Shahnaz

Bisnis.com, Probolinggo - PT Paiton Energy (PE) dan PT Paiton Operation & Maintenance Indonesia (POMI) secara berkelanjutan melakukan konservasi hutan bakau (mangrove) di Kampung Blekok, Situbondo, Jawa Timur, sebagai bagian dari inisiatif mitigasi perubahan iklim. Upaya konservasi tersebut disinergikan juga dengan peningkatan ekonomi masyarakat sekitarnya melalui ekowisata.

Awalnya Kampung Blekok merupakan kawasan yang membutuhkan upaya khusus untuk mendukung keberlanjutan hutan mangrove dan burung Blekok yang hidup di dalam hutan mangrove.

Guna mengatasi permasalahan tersebut, dimulai pada 2018 sampai dengan saat ini, PE – POMI bersinergi dengan Pemerintah Daerah Situbondo dengan keterlibatan masyarakat sekitar mengembangkan kawasan pelestarian habitat mangrove dan juga burung Blekok untuk kelestarian lingkungan. Selain itu, sinergi ini juga ditujukan agar masyarakat bisa meraih keuntungan dengan terjaganya lingkungan dan alam mereka, agar tercipta harmonisasi antara ketiga manusia dan lingkungan.

Chief Financial Officer PT Paiton Energy, Bayu Widyanto mengatakan menjaga kelestarian hutan seperti mangrove sangat penting karena berpengaruh pada lingkungan hidup di daerah setempat, Indonesia, dan global. Hutan memiliki peran strategis untuk mitigasi perubahan iklim untuk penyerapan emisi karbon dan gas rumah kaca.

Di hutan mangrove Kampung Blekok, Paiton Energy tidak hanya melaksanakan konservasi flora dan fauna, tapi juga melakukan upaya peningkatan ekonomi melalui ekowisata berbasis masyarakat dan ekonomi kreatif.

“Ini menjadi bukti nyata bahwa konservasi dan peningkatan ekonomi dapat bersinergi dan saling melengkapi,” kata Bayu di Situbondo pada Senin (28/3/2022).

Selain itu, kampung Blekok program yang dikembangan ini menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 50 keluarga yang tinggal di kawasan ekowisata Kampung Blekok.

Selain sebagai pengrajin kayu dan manik-manik, masyarakat yang tinggal di Kampung Blekok juga memiliki usaha kuliner dan menyediakan fasilitas homestay bagi pengunjung yang ingin menginap di Kampung Blekok.

Kholid Maulana, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Blekok mengatakan, program ekowisata di Kampung Blekok dapat meningkatkan kesejahteraan warga sekitar serta menambah kesadaran masyarakat untuk melestarikan pohon mangrove.

“Pohon mangrove sangat berguna untuk perlindungan dari abrasi, sekaligus menjadi rumah bagi burung Blekok,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Kahfi
Terkini