Amartha Gandeng Bank Perkreditan Rakyat Sebar Rp100 Miliar ke Emak-emak Usaha Mikro Jateng

Bisnis.com,01 Apr 2022, 18:43 WIB
Penulis: Aziz Rahardyan
(Kiri - kanan) Hadi Wenas, Chief Commercial Officer Amartha dan Jhendik Handoko, Direktur Utama BPR BJA menandatangani perjanjian kerja sama penyaluran modal usaha senilai Rp100 miliar. /Amartha

Bisnis.com, JAKARTA — Platform pendanaan bersama (P2P lending) klaster produktif PT Amartha Mikro Fintek konsisten memperluas kemitraan dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di berbagai daerah.

Terkini, platform yang fokus melayani pinjaman produktif 'emak-emak' pelaku usaha mikro di pedesaan ini menggandeng PT BPR Bank Jepara Artha (Perseroda) atau BPR BJA sebagai pendana, dengan target penyaluran sebesar Rp100 miliar.

Hadi Wenas, Chief Commercial Officer Amartha mengungkap bahwa kemitraan BPR BJA dan Amartha didorong kesamaan visi, yaitu untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui akses permodalan bagi UMKM di Jawa Tengah yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Penyaluran pendanaan dengan pola kredit channeling ini akan menargetkan perempuan pengusaha mikro di wilayah Jawa Tengah yang bergiat di sektor perdagangan, hingga industri rumah tangga.

"Kolaborasi dengan BPR BJA ini menjadi BPR di Jateng yang pertama bagi Amartha. Harapannya, semoga sinergi ini dapat menjadi penggerak bagi institusi lain untuk bersama-sama memberikan akses permodalan melalui platform Amartha," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (1/4/2022).

Adapun, Amartha membukukan performa positif di wilayah Jawa Tengah, di mana total penyaluran sepanjang 2021 mencapai Rp254 miliar rupiah atau meningkat 62 persen (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan periode 2020.

Penyaluran tersebut diterima oleh lebih dari 70.000 perempuan pengusaha mikro yang mayoritas berada di sektor perdagangan. Para Mitra Amartha ini bukan hanya sekadar mendapatkan modal dari pinjaman, namun juga bimbingan dan pendampingan lewat sistem pinjaman berkelompok yang diusung Amartha.

Sementara itu, di tengah iklim UMKM di Jawa Tengah yang mulai lebih terbuka seiring meredanya pandemi Covid-19, pola kredit channeling dari BPR ke Amartha juga berfungsi sebagai inkubator bagi UMKM untuk bisa memperbesar skala usaha.

Nantinya, UMKM binaan Amartha yang menerima permodalan dari hasil kerja sama ini, berkesempatan untuk memperoleh pinjaman lebih besar lagi melalui BPR BJA, sehingga berpeluang untuk lebih berkembang.

"Jumlah pinjaman produktif yang bisa diberikan Amartha umumnya berkisar di angka Rp5 juta-Rp15 juta per UMKM, tergantung hasil credit scoring dan historikal pinjaman mitra. Jika usahanya semakin sukses dan butuh sokongan modal lebih besar, BPR BJA akan berperan karena memiliki kapabilitas yang lebih tinggi untuk meminjamkan modal usaha kepada nasabah," jelas Wenas.

Sebagai informasi, platform tekfin yang identik dengan warna ungu ini menyalurkan Rp2,5 triliun sepanjang tahun lalu, tumbuh 108 persen secara tahunan (yoy). Secara kumulatif sejak berdiri, penyaluran pinjaman Amartha telah menembus Rp6 triliun kepada 1 juta mitra Amartha.

Jhendik Handoko, Direktur Utama BPR BJA mengungkap bahwa kolaborasi dengan tekfin seperti Amartha dilirik, karena pengalaman dan kredibilitas platform, serta mampu membuktikan diri menjaga bisnisnya sesuai aturan main dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Amartha sudah berpengalaman dalam menyalurkan permodalan bagi jutaan UMKM dengan bantuan teknologi. Ini menjadi keuntungan tersendiri bagi kami, karena kami sebagai bank, berkesempatan untuk memperluas jangkauan ke masyarakat tanpa harus mengembangkan teknologi sendiri. Lewat kolaborasi, kami bisa turut mendukung pertumbuhan UMKM di wilayah Jateng," jelasnya.

BPR BJA saat ini melayani lebih dari 50 ribu nasabah di wilayah kabupaten Jepara. Sepanjang 2021, BPR BJA telah menyalurkan kredit lebih dari Rp369 miliar, dan turut berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Jepara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Muhammad Khadafi
Terkini