OCBC NISP (NISP) Tebar Dividen Rp504 Miliar, Catat Jadwalnya

Bisnis.com,07 Apr 2022, 10:35 WIB
Penulis: Rika Anggraeni
Petugas berbincang dengan nasabah di kantor cabang PT Bank OCBC NISP Tbk di Jakarta, Senin (20/4/2020). Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP) akan membagikan dividen tunai tahun buku 2021 kepada para pemegang saham sebesar Rp504,8 miliar atau Rp22 per saham. 

Pembagian dividen tersebut setara dengan 20 persen dari laba bersih yang dibukukan perseroan sepanjang 2021, yakni sebesar Rp2,51 triliun. Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank OCBC NISP pada 5 April 2022. 

“Menyetujui penggunaan laba bersih perseroan untuk tahun buku 2021 sebesar Rp2,51 triliun, sebanyak 20 persen atau Rp504,8 miliar ditetapkan sebagai dividen tunai,” ujar Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja, dalam konferensi pers virtual, Selasa (5/4/2022). 

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (6/4/2022), Direksi Bank OCBC NISP menyampaikan jadwal pembayaran dividen tunai perseroan. 

Emiten bersandi saham NISP ini menjadwalkan akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen (cum dividen) di pasar reguler dan negosiasi pada 13 April 2022, sedangkan di pasar tunai jatuh pada 18 April 2022. 

Selanjutnya, perseroan menetapkan 14 April 2022 sebagai awal periode perdagangan saham tanpa hak dividen (ex dividen) di pasar reguler dan negosiasi. Sementara itu, ex dividen di pasar tunai berlangsung pada 19 April 2022. 

Adapun, tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas dividen (recording date) jatuh pada 18 April 2022. Artinya, dividen akan dibayarkan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam DPS perseroan pada tanggal 18 April 2022 pukul 16.00 WIB. 

Kemudian, Bank OCBC NISP menetapkan tanggal pembayaran dividen akan dilakukan pada 6 Mei 2022. 

“Dividen yang akan dibagikan tersebut dikenakan pajak sesuai peraturan perpajakan yang berlaku di Indonesia,” jelas Direksi Bank OCBC NISP, Rabu (6/4/2022). 

Sementara itu, dari laba yang dibukukan Bank OCBC NISP sepanjang tahun lalu, sebanyak Rp100 akan disisihkan untuk cadangan umum. Dengan demikian, sisa laba bersih sebesar Rp2,01 triliun ditetapkan sebagai laba ditahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Muhammad Khadafi
Terkini