Bank BJB (BJBR) Sebut Sektor Pertanian Kebal Pandemi Covid-19

Bisnis.com,19 Apr 2022, 16:18 WIB
Penulis: Dionisio Damara
Ilustrasi - Petani memanen kentang di Desa Cicayur, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/1/2019)./Bisnis-Rachman

Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. atau Bank BJB (BJBR) Yuddy Renaldi menilai bahwa sektor pertanian berkontribusi besar terhadap kredit perseroan.

“Di tahun ini, kami melihat sektor ini masih akan tumbuh dengan baik. Permintaan kreditnya cukup tinggi di awal tahun 2022,” ujar Yuddy kepada Bisnis, Selasa (19/4/2022). 

Dia menuturkan bahwa dalam satu tahun ke belakang, penyaluran kredit ke sektor pertanian meningkat cukup tinggi. Pasalnya, pertanian merupakan sektor yang mampu bertahan, bahkan tumbuh di masa pandemi Covid-19 sehingga permintaannya naik.

Di Bank BJB sendiri, kredit di sektor pertanian juga tumbuh signifikan sepanjang tahun lalu. Yuddy mengungkapkan penyaluran pada sektor pertanian, perburuan dan kehutanan tumbuh lebih dari 31 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). 

“Apalagi Bank BJB bersama pemerintah provinsi Jawa Barat punya program ‘Petani Millenial’ yang fokus pada pembinaan dan pemberian akses keuangan bagi para petani muda di Jawa Barat,” kata Yuddy. 

Merujuk Laporan Profil Industri Perbankan yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran kredit perbankan ke sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan hingga Desember 2021 mencapai Rp415,52 triliun, naik 7,76 persen yoy. 

Sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan tercatat memiliki pangsa pasar sebesar 7,20 persen dari total kredit berdasarkan sektor ekonomi. Adapun, sektor perdagangan besar dan eceran memiliki pangsa pasar terbesar yakni 16,89 persen dan sektor industri pengolahan 16,49 persen. 

Sementara itu, berdasarkan data Analisis Uang Beredar yang dirilis Bank Indonesia (BI), kredit ke sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan telah tembus Rp442,7 triliun. Jumlah ini tumbuh 0,8 persen sepanjang tahun berjalan. 

Geliat sektor pertanian juga tecermin dari Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU). Pada kuartal I/2022, sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan meraih nilai saldo bersih tertimbang (SBT) 2,40 persen, naik dibandingkan kuartal I/2021 yakni 0,96 persen. 

Adapun, seluruh kinerja kegiatan usaha turut mengalami peningkatan tecermin dari nilai saldo bersih tertimbang (SBT) sebesar 8,71 persen, naik dari kuartal IV/2021 yakni 7,10 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Muhammad Khadafi
Terkini