Dalam Forum B20, Bos OJK Ungkap Potensi Besar Investasi di Indonesia

Bisnis.com,24 Apr 2022, 15:20 WIB
Penulis: Rika Anggraeni
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso memberikan sambutan saat pembukaan pembukaan perdagangan Bursa di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2021). Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Wimboh Santoso menyampaikan besarnya potensi investasi Indonesia, salah satunya didukung oleh sektor jasa keuangan yang tetap stabil di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Wimboh dalam kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat (AS) guna menghadiri sejumlah pertemuan dengan kalangan pebisnis dan para tokoh ekonomi serta akademisi di sejumlah kampus di Kota New York.

Pertemuan tersebut merupakan forum “The Indonesia B20 Roadshow: Indonesia-US Business Forum”. B20 sendiri merupakan forum lanjutan dari G20 yang mewakili bisnis internasional. Forum ini turut dihadiri oleh Ketua Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Arjad Rasjid beserta jajaran.

Dalam forum tersebut, Wimboh menjelaskan bahwa laju intermediasi sektor perbankan terus meningkat dan per Februari sudah tumbuh 6,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dengan risiko yang terkendali terlihat dari data NPL gross 3,1 persen.

Menurut Wimboh, industri perbankan indonesia juga menunjukkan ketahanan yang konsisten dengan tingkat Capital Adequacy Ratio (CAR) saat ini sebesar 25,8 persen.

“Angka [CAR] di atas 20 persen ini konsisten terus meski melewati masa pandemi, dan bahkan terus membaik. Hal ini menunjukkan perbankan Indonesia sangat aman menghadapi potensi risiko di masa depan,” ujar Wimboh dalam siaran pers, Minggu (24/4/2022).

Wimboh menyatakan, data kinerja industri jasa keuangan yang stabil dan prospeknya yang bagus merupakan informasi yang sangat bagus bagi para calon investor asing yang ingin berinvestasi di perusahaan-perusahaan jasa keuangan, ataupun berinvestasi di sektor usaha lainnya di Indonesia.

Di samping itu, Indonesia juga memiliki potensi investasi yang sangat menarik karena selain didukung jumlah populasi penduduk 274 juta yang sebagian besar usia produktif, kondisi perekonomian juga sangat baik dan terus bertumbuh pulih dari dampak tekanan pandemi Covid-19.

Wimboh percaya bahwa Indonesia akan menjadi nomor satu di kawasan Asia Tenggara dalam hal ekonomi digital.

“Saya rasa kontribusi transaksi pada tahun 2025 diperkirakan dapat mencapai US$124 miliar. Kami memiliki 17.000 pulau, kami adalah pusat sumber daya alam. Kami banyak berkembang dalam sektor pertambangan, pertanian, kelapa sawit, perikanan, dan pariwisata,” terangnya.

Dari sisi pembangunan yang berkelanjutan, OJK juga telah mengeluarkan sejumlah kebijakan di bidang green economy, antara lain dengan menerbitkan dokumen Taksonomi Hijau yang akan menjadi panduan aktivitas ekonomi yang melindungi lingkungan hidup dan perubahan iklim.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Hadijah Alaydrus
Terkini