Segmen Pinjaman dan DPK Dorong Modal Inti Bank Amar (AMAR)

Bisnis.com,25 Apr 2022, 00:02 WIB
Penulis: Aziz Rahardyan
Warga beraktivitas dengan latar logo PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) di Jakarta, Selasa (25/1/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) masih optimistis bisa memenuhi persyaratan modal inti minimum sebesar Rp3 triliun pada akhir periode 2022 berbekal kinerja penyaluran pinjaman. Optimisme itu diperlihatkan walau perseroan mengalami penurunan laba pada 2021.

Executive Vice President Finance Amar Bank David Wirawan mengungkap bahwa salah satu pendorongnya kinerja perseroan tahun ini utamanya berasal dari akselerasi vaksinasi Covid-19 yang memberikan dampak positif bagi perekonomian. Dengan ekonomi kembali tumbuh melalui peningkatan mobilitas pada sektor-sektor produktif diharapkan kinerja perseroan ikut bergeliat.

"Kondisi ini turut mendukung Amar Bank untuk tetap konsisten mempertahankan kinerja positif. Sepanjang 2021, Amar Bank tetap mencatatkan kinerja yang positif yang ditopang oleh dua faktor, yaitu aktivitas bisnis yang mulai pulih dan ekonomi domestik yang perlahan mulai bangkit," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (24/4/2022).

David menggambarkan kinerja positif ini terutama disumbangkan dua produk unggulan Amar Bank, yaitu platform pinjaman digital Tunaiku dan tabungan bank digital bertajuk Senyumku.

Dari sisi Pinjaman sepanjang tahun 2021, Amar Bank mencatatkan total Pinjaman sebesar Rp2,4 triliun atau tumbuh sebesar 40,1 persen (year-on-year/yoy) ketimbang tahun sebelumnya.

Total Pinjaman tersebut mayoritas merupakan kontribusi platform pinjaman digital Tunaiku yang menyalurkan Rp2 triliun atau naik 63 persen (yoy). Secara keseluruhan, portofolio Pinjaman Amar Bank telah mencapai 65 persen untuk pinjaman produktif.

"Hal tersebut menunjukkan bahwa dari sisi penyaluran pinjaman, Amar Bank tetap bertumbuh dengan terus mendukung sektor yang produktif di 2021," tambahnya.

Sementara dari sisi Pendanaan, Amar Bank mencatatkan besaran Dana Pihak Ketiga (DPK) yang terus meningkat. Tepatnya sebesar Rp3,1 triliun atau naik 38,6 persen (yoy). Adapun, komponen CASA berkontribusi sebesar 36 persen dari total DPK.

Di samping itu, produk Tabungan, sebagai salah satu komponen pendanaan, berhasil tumbuh sebesar 56,1 persen (yoy). Kondisi tersebut menunjukkan ekosistem digital Amar Bank yang semakin adaptif dan efisien dalam melakukan penghimpunan dana di era pandemi Covid-19, khususnya melalui Senyumku.

Dari sisi aset, salah satu bank digital-only pertama di Indonesia ini mencatatkan pertumbuhan 28,24 persen (yoy) menjadi Rp5,2 triliun.

Amar Bank juga berhasil menjaga pengelolaan kualitas aset yang sehat melalui penerapan prosedur penilaian risiko yang sangat hati-hati. Dengan upaya tersebut, NPL dapat ditekan di level yang lebih rendah pada tahun 2021, yaitu sebesar 1,7 persen dibandingkan tahun 2020 yaitu sebesar 4,8 persen.

Dihadapkan dengan tantangan dan risiko dari kondisi pandemi, rasio likuiditas Amar Bank tetap solid di tahun 2021. LCR tercatat sebesar 1.906 persen, menunjukkan likuiditas Amar Bank yang tergolong baik. Sementara KPMM tercatat di posisi yang kuat sebesar 29,9 persen, jauh di atas ketentuan regulasi sebesar 10 persen.

“Amar Bank mengutamakan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit seiring dengan kebutuhan masyarakat yang perlahan meningkat. Kinerja penyaluran pinjaman yang semakin efektif dan posisi likuiditas yang tetap solid membuat Amar Bank optimis untuk terus bertumbuh ke depannya dan membawa dampak sosial yang positif ke dalam kehidupan masyarakat," tambahnya.

Adapun, dari sisi kinerja laba-rugi, Amar Bank mencatatkan pendapatan bunga sebesar Rp702,2 miliar atau naik 7,7 persen (yoy) dan Beban Bunga sebesar Rp220 miliar atau naik 16,3 persen (yoy), sehingga Pendapatan Bunga Bersih Amar Bank tercatat sebesar Rp482,2 miliar atau naik 4,2 persen (yoy).

Sementara itu, Biaya Operasional tercatat sebesar Rp376,4 miliar yang mayoritas dialokasikan untuk meningkatkan kegiatan pemasaran secara digital pada 2021.

Amar Bank pun tetap berhasil meraih laba bersih pada tahun 2021 sebesar Rp4,1 miliar, kendati tercatat turun 52,07 persen (yoy) dibandingkan dengan laba bersih tahun berjalan pada 2020 yang sebesar Rp8,58 miliar.

Sebagai informasi, bank yang dimiliki oleh Tolaram Group Inc. ini baru saja menyelesaikan rights issue pertama senilai Rp1 triliun pada 1 Maret 2022. Berikutnya, Amar Bank berupaya meminta restu pemegang saham untuk menggelar rights issue lagi pada Mei 2021 nanti dalam rangka mengincar dana segar setidaknya Rp2 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Dwi Nicken Tari
Terkini