Tidak Semua Saham Emiten Bank Amblas, Ini Buktinya

Bisnis.com,09 Mei 2022, 13:19 WIB
Penulis: Rika Anggraeni
Pegawai melintas di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (24/1/2022). Bisnis/Himawan L Nugraharn

Bisnis.com, JAKARTA – Usai libur Lebaran, mayoritas emiten saham perbankan mengalami penurunan pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Senin (9/5/2022), termasuk bank beraset jumbo. 

Salah satu saham bank beraset jumbo, yakni saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) harus berada di zona merah dengan koreksi 6,70 persen atau turun 600 poin ke level Rp8.350 per saham. Saham BMRI juga terpantau dibuka melemah ke posisi Rp8,625 per saham yang sebelumnya ditutup Rp8.950 per saham. 

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka pada posisi 7.154,97 dan kini harus rela terparkir di zona merah di posisi 6.948,311. 

Namun, ada beberapa saham emiten bank yang berada di zona hijau pada akhir perdagangan sesi I hari ini. Mereka adalah saham PT Bank Bisnis Internasional Tbk. (BBSI) dan PT Bank Maspion Indonesia Tbk. (BMAS). 

Saham BBSI dibuka menghijau di level Rp5.200 per saham. Saham BBSI naik 4 persen atau 200 poin ke level Rp5.200 pada akhir sesi I perdagangan hari ini. Sepanjang perdagangan, saham Bank Bisnis Internasional bergerak di level Rp5.200-Rp5.250 per saham. 

Sementara itu, volume yang diperdagangkan sebanyak 11.000 dengan turnover senilai Rp57,51 juta dan kapitalisasi pasar atau market cap sebesar Rp14,70 triliun. 

Di sisi lain, saham Bank Maspion juga dibuka menghijau di level Rp1.300 per saham. Saham BMAS menutup sesi I naik 0,78 persen atau 10 poin ke level Rp1.300 per saham.

 

Sepanjang perdagangan, saham Bank Maspion bergerak di rentang Rp1.280-Rp1.300 per saham dengan volume yang diperdagangkan sebanyak 22.800 dan turnover senilai Rp29,36 juta. Dengan demikian, market cap yang dimiliki saham BMAS menjadi Rp5,78 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Muhammad Khadafi
Terkini