Asuransi Usaha Tani Padi Kuartal I/2022, 3 Daerah Menjadi Penikmat Terbesar

Bisnis.com,17 Mei 2022, 14:23 WIB
Penulis: Denis Riantiza Meilanova
Ilustrasi wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria ikut dalam panen beras di lahan Sawah Abadi, Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur pada Rabu (15/7/2020)./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Asuransi Jasa Indonesia atau Asuransi Jasindo mencatat pertumbuhan asuransi usaha tani padi (AUTP) pada kuartal I/2022. Menurut Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo Cahyo Adi, pertumbuhan signifikan terjadi di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Jawa Tengah adalah realisasi tertinggi untuk AUTP dengan luas 6.410,23 hektar,” ujar Cahyo melalui keterangan tertulis, Selasa (17/5/2022).

Realisasi tertinggi kedua dan ketiga adalah Jawa Timur dengan 3.725,84 hektar dan Jawa Barat dengan 3.510,42 hektar.

Cahyo menuturkan, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat tercatat sebagai tiga provinsi dengan pertumbuhan AUTP sangat baik selama 3 tahun berturut-turut.

Sedangkan untuk tingkat kabupaten, pertumbuhan signifikan AUTP tercatat di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah dengan realisasi mencapai 4.000 hektar. Dengan mengacu data Jawa Tengah, maka Boyolali mencakup 62,4 persen wilayah penerima AUTP terbesar. 

Cahyo menambahkan, untuk realisasi tingkat nasional di kuartal 1, realisasi AUTP adalah 15.496,79 hektare. Dalam perhitungan Bisnis, tiga provinsi terbesar di Pulau Jawa ini menyerap 88,06 persen program asuransi usaha tani atau setara 13.646,49 hektare. 

Pada 2022, program AUTP efektif baru dimulai pada Maret dan semua pendaftaran para petani baru dibuka di bulan yang sama.

“Sampai 11 Mei 2022 AUTP yang sudah mendaftar adalah 60.641,50 hektar,” katanya.

Asuransi Jasindo yang tergabung di dalam Indonesia Financial Group atau IFG melakukan beberapa strategi untuk mendongkrak penjualan AUTP. Strategi yang dilakukan salah satunya dengan berkoordinasi dengan dinas setempat untuk menyinergikan program bantuan. Kelompok tani yang menerima bantuan diwajibkan mengikuti asuransi.

“Seperti di Kabupaten Boyolali, realisasinya tinggi dikarenakan dinas setempat memberlakukan sinergi tersebut. Setiap poktan yang menerima bantuan maka wajib ikut asuransi,” kata Cahyo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggara Pernando
Terkini