Berapa Lama BI Mampu Menahan Suku Bunga Acuan? Ekonom: Inflasi Penentu!

Bisnis.com,25 Mei 2022, 20:28 WIB
Penulis: Maria Elena
Karyawan keluar dari pintu salah satu gedung Bank Indonesia di Jakarta, Senin, (20/1/2020). Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) dinilai akan merespons ancaman tekanan inflasi dengan mulai menaikkan suku bunga acuan atau BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR).

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah memperkirakan tingkat inflasi hingga akhir tahun akan melebihi 4 persen.

Perkiraan capaian ini dengan asumsi pemerintah mempertahankan subsidi energi dengan tidak menaikkan Pertalite, LPG 3 kg, dan listrik 900 VA ke bawah.

Namun, tingkat inflasi berpotensi melebihi 6 persen jika pemerintah menaikkan harga Pertalite dan lainnya, sementara BI tetap mempertahankan suku bunga acuan di level yang rendah.

“Saya meyakini BI pada waktunya tetap akan menaikkan suku bunga, terutama jika inflasi sudah melonjak di atas perkiraan BI dan tekanan pada rupiah sudah lebih besar,” katanya kepada Bisnis, Selasa (24/5/2022).

Piter berpendapat, di tengah tren kenaikan suku bunga global, maka sangat berisiko bagi BI untuk terus menahan suku bunga.

“Ada risiko BI akan behind the curve apabila terus menunda kenaikan suku bunga acuan,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, BI pada Rapat Dewan Gubernur 23 dan 24 Mei 2022 memutuskan untuk kembali mempertahankan suku bunga acuan pada level 3,5 persen.

Keputusan tersebut sejalan dengan perlunya pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas nilai tukar, serta tetap mendorong pertumbuhan ekonomi, di tengah tingginya tekanan eksternal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggara Pernando
Terkini