Generali Pacu Minat Beli Asuransi Unit-Linked, Andalkan Robot Investasi

Bisnis.com,29 Mei 2022, 20:45 WIB
Penulis: Aziz Rahardyan
CEO Generali Indonesia Edy Tuhirman/Bisnis.com-Aziz R

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan asuransi jiwa PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali) optimistis minat masyarakat terhadap produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) alias unit-linked besutannya akan terus terjaga.

Terlebih, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja menelurkan aturan main anyar terkait pemasaran produk unit-linked dalam rangka memperkuat aspek perlindungan konsumen, serta meningkatkan tata kelola dan manajemen risiko bagi perusahaan asuransi.

CEO Generali Indonesia Edy Tuhirman mengungkap bahwa pihaknya telah siap mengimplementasikan poin-poin aturan baru tersebut secara bertahap, menyesuaikan batas waktu yang ditetapkan oleh regulator.

"Kami sudah mempersiapkan prosesnya sejak tahun lalu untuk yang batas penerapannya di tahun ini, misalnya soal cuti premi, waiting period, dan lain-lain. Aturan teknis seperi permodalan dan ahli, kami tidak ada masalah. Sementara yang batasnya tahun depan, seperti soal alokasi investasi, mulai kami siapkan," ujarnya ketika ditemui Bisnis dalam diskusi terbatas bersama media, Minggu (29/5/2022).

Sebagai informasi, Generali memiliki setidaknya 4 produk unit-linked, bertajuk iPRIME, BeSmart Link, We Flexi Pro, dan Generali Flexi Optima. Berdasarkan laporan keuangan Generali per kuartal I/2022, aset khusus unit-linked mencapai Rp3,3 triliun, dari total aset mencapai Rp7,42 triliun.

Adapun, sepanjang tahun lalu, pendapatan premi Generali secara umum mencapai Rp3 triliun, di mana unit-linked menyumbang porsi Rp1,54 triliun. Klaim khusus unit-linked mencapai Rp1,58 triliun pada tutup buku 2021, sementara hasil investasi tercatat naik tipis ke Rp170,84 miliar dari sebelumnya Rp164,56 miliar pada 2020.

Edy percaya produk unit-linked masih akan moncer, seiring terbukanya minat masyarakat karena melihat telah ada penyempurnaan aturan main baru dari otoritas.

Untuk itu, Generali masih akan mengandalkan kelebihannya dari sisi inovasi untuk berekspansi, salah satunya terkait fitur RoboARMS yang telah mulai dinikmati para pemegang polis sejak 2019.

Sebagai informasi, fitur RoboARMS ini bekerja layaknya asisten pintar untuk mengelola investasi dalam produk unit-linked pemegang polis. Fitur ini bisa menyesuaikan kebutuhan investasi nasabah dengan kondisi pasar terkini, kemudian sanggup melakukan serangkaian langkah adaptif secara 24 jam.

"RoboARMS itu ada karena kami melihat tiga tantangan utama yang dihadapi nasabah unit-linked. Pertama, pengetahuan mengenai investasi di kalangan masyarakat Indonesia masih terbatas. Kedua, kalau sudah punya pengetahuan pun, kadang tidak sempat, tidak punya waktu untuk mengurus. Ketiga, yang paling susah, soal disiplin mengalokasikan portofolio di instrumen yang tepat," jelas Edy.

Sebab, Edy menggambarkan masih banyak nasabah unit-linked yang cenderung tidak sempat, atau bahkan takut mengalihkan portofolio investasinya di tengah kondisi pasar yang cenderung fluktuatif seperti saat ini.

Padahal, agar optimal, nasabah harus mulai berani terjun ke instrumen yang sedang jatuh alias bearish, dan sebaliknya, jangan terlalu nyaman ketika portofolionya sedang naik atau bullish. Oleh sebab itu, fitur robot investasi ini harapannya bisa menjembatani keterbatasan tersebut.

"Harapannya, fitur ini membuat nasabah unit-linked Generali lebih aman dan tentram, terutama untuk yang belum terbiasa dengan instrumen investasi. Nasabah masih bisa secara manual mengelola, tapi robot ini knowledge-nya juga bisa diisi sesuai kebutuhan. Tiap polis kami kasih satu robot, jadi pasti alokasi asetnya lebih disiplin. Inilah keunggulan unit-linked kami," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Herdanang Ahmad Fauzan
Terkini