Obligasi SAN Finance Rp3 Triliun Diganjar Rating idAA, Berkah Kredit Alat Berat

Bisnis.com,13 Jun 2022, 20:56 WIB
Penulis: Aziz Rahardyan
Ilustrasi pekerja mengoperasikan alat berat untuk menyelesaikan proyek Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat beberapa waktu lalu./ ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan pembiayaan sektor alat berat bagian Grup Astra, PT Surya Artha Nusantara Finance (SAN Finance) mendapatkan kenaikan peringkat, berkah moncernya permintaan kredit alat berat.

Hal ini terungkap dalam penetapan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) terhadap Obligasi Berkelanjutan IV SANF dengan limit hingga Rp3 triliun di idAA. Saat ini, Obligasi Berkelanjutan IV SANF Tahap I 2022 terealisasi Rp750 miliar dalam dua seri, telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia per hari ini, Senin (13/6/2022).

Pada saat bersamaan, hasil pemeringkatan Pefindo juga menegaskan peringkat SAN Finance di idAA dengan outlook stabil. Sebagai informasi, peringkat korporat SANF sebelumnya berada di menjadi idAA-/stable sejak 2015 sampai 2021.

"Peringkat mencerminkan posisi Perusahaan yang strategis bagi Grup Astra, posisi pasar yang kuat didukung oleh sinergi dengan perusahaan afiliasi, dan indikator permodalan yang kuat," tulis Pefindo dalam keterangannya, dikutip Senin (13/6/2022).

Pefindo melihat bahwa peringkat SAN Finance tetap dibatasi oleh eksposur terhadap sektor berbasis komoditas, persaingan yang ketat di bisnis non-inti, dan profil profitabilitas yang moderat.

Peringkat pun dapat diturunkan jika Pefindo melihat penurunan signifikan tingkat dukungan Induk, yang dapat tercermin dari pengendalian atau integrasi bisnis yang jauh lebih rendah dengan Grup Astra.

Peringkat SAN Finance juga dapat berada di bawah tekanan jika Perusahaan mengalami penurunan kinerja bisnis atau keuangan yang signifikan.

Namun, peringkat dapat dinaikkan jika SAN Finance memperkuat posisi pasarnya secara signifikan, yang dapat bersumber dari sinergi bisnis yang lebih kuat dengan Induk, dan secara konsisten mempertahankan profil keuangan yang kuat.

Sebagai informasi, per 31 Desember 2021 pemegang saham Perusahaan terdiri PT Sedaya Multi Investama alias Astra Financial (60 persen), Marubeni (35 persen), dan PT Marubeni Indonesia (5 persen).

SANF merupakan perpanjangan tangan bagi Grup Astra untuk pembiayaan terkait Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi, dan Energi (HEMCE), yang merupakan kontributor pendapatan bersih tertinggi dalam beberapa tahun terakhir di antara tujuh lini bisnis utama Astra.

Buktinya, SANF mencatat pangsa penjualan kredit yang kuat di sekitar 30 persen dalam tiga tahun terakhir (2019-2021) terhadap salah satu anak perusahaan Astra di lini bisnis HEMCE, yaitu United Tractor, yang meningkat dibandingkan sekitar 20 persen selama 2016-2018.

Perusahaan pembiayaan yang mayoritas menyalurkan pembiayaan alat berat merek Komatsu ini mencatatkan pertumbuhan aset menjadi Rp3,48 triliun pada akhir 2021 dari sebelumnya Rp2,81 triliun pada akhir 2020.

Hal ini merupakan berkah pertumbuhan pembiayaan baru SAN Finance senilai Rp3,9 triliun dari 2.147 alat berat pada 2021. Capaian ini terbilang lebih baik dari era 2020 senilai Rp2,5 triliun dari 1.178 unit, bahkan ketimbang pada 2019, yang ketika itu senilai Rp2,4 triliun dari 1.306 unit alat berat.

SAN Finance juga mencatat pangsa pasar net service asset yang kuat terhadap total industri pembiayaan, di mana tumbuh menjadi 0,7 persen pada 2021. Sebagai perbandingan, pada 2019 pangsa pasar SANF 0,4 persen, dan naik tipis ke 0,5 persen pada 2020.

Adapun, kinerja laba bersih SAN Finance pada 2021 mencapai Rp52,04 miliar, jauh lebih baik ketimbang era pandemi alias periode 2020 senilai Rp12,7 miliar, bahkan ketimbang 2019 senilai Rp51,8 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggara Pernando
Terkini