Jelang Right Issue, Bos BTN (BBTN) Tunjukkan Kontribusi Bagi Pembiayaan Perumahan

Bisnis.com,13 Jun 2022, 16:37 WIB
Penulis: Dionisio Damara
Lelang rumah murah BTN/Dok. Tangkap Layar BTN

Bisnis.com, JAKARTA – Kredit di sektor perumahan mendominasi portofolio kredit Bank Tabungan Negara (BBTN). Segmen ini mencapai 89,08 persen pembiayaan perusahaan dan menjadi kontributor utama penyumbang laba bersih 2021 sebesar Rp2,37 triliun atau naik 48,30 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Di tengah pandemi, Bank BTN juga mencatatkan penyaluran kredit dan pembiayaan senilai Rp274,83 triliun atau naik 5,66 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020.

Bersamaan dengan kredit perumahan, kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi pun tercatat menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan sebesar 8,25 persen menjadi Rp130,68 triliun.

Sebagai gambaran, untuk produk KPR Subsidi, Bank BTN menawarkan uang muka ringan dari 1 persen, suku bunga tetap 5 persen untuk jangka waktu hingga 20 tahun, subsidi bantuan uang muka senilai Rp4 juta, serta bebas premi asuransi dan PPN.

Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo mengatakan di tengah gelombang pandemi yang belum mereda pada 2021, capaian kinerja positif tersebut juga didorong efisiensi dan transformasi yang dilakukan perseroan sejalan dengan arahan Kementerian BUMN.

“Tidak hanya laba bersih, sebagai pemimpin pasar di sektor kredit perumahan, kinerja positif yang Bank BTN lakukan juga ikut mendongkrak sektor perumahan yang memiliki dampak ganda ke 174 sektor turunan lain,” ujar Haru dalam keterangan tertulis, Senin (13/6/2022).

Sementara itu, BTN juga terus menggelar transformasi baik di sisi digital, bisnis proses, hingga kantor cabang. Di sisi digital, perseroan terus memoles produk digital banking. Pada sisi bisnis proses, BTN membentuk pusat untuk kredit konsumer dan komersial agar lebih efisien. Selain itu, perseroan juga fokus melakukan transformasi kantor cabang yang memprioritaskan penjualan dan pelayanan.

Haru juga menjelaskan, transformasi itu tidak hanya mampu meningkatkan perolehan laba bersih, tetapi juga meningkatkan efisiensi. Biaya dana BBTN, misalnya, turun 21,31 persen yoy pada 2021 dari Rp16,04 triliun menjadi Rp12,62 triliun. Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) perseroan juga turun hingga 233 basis poin yoy pada 2021.

Adapun, untuk meningkatkan kinerja penyaluran kredit dan pembiayaan BBTN di sektor perumahan, Kementerian BUMN menyebut akan melakukan penambahan modal ke BTN.

Langkah BTN ini juga beriringan dengan rencana pemerintah melakukan injeksi modal melalui skema right issue. Wakil Menteri II BUMN Kartiko Wirjoatmodjo mengatakan suntikan dana dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) akan dialokasikan senilai Rp2,98 triliun untuk Bank BTN.

“Kita ingin menambah CAR [Capital Adequacy Ratio] BTN mencapai 19 persen. Dibutuhkan tambahan injeksi modal Rp2,98 triliun sudah disetujui juga melalui mekanisme rights issue mungkin nanti di triwulan 3 atau 4,” kata Tiko saat rapat dengan Komisi VI DPR, pekan lalu (7/6/2022).

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mengatakan tambahan modal tersebut akan mengakselerasi kinerja Bank BTN ke depan. BTN, tambahnya, akan leluasa melakukan ekspansi khususnya yang dapat meningkatkan pembiayaan rumah ke segmen masyarakat berpenghasilan rendah dan milenial.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggara Pernando
Terkini