9 Bulan Holding Ultra Mikro, Bos BRI (BBRI): Terbentuk Ekosistem Terlengkap!

Bisnis.com,14 Jun 2022, 18:42 WIB
Penulis: Leo Dwi Jatmiko
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) Sunarso/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menyebutkan setelah beroperasinya holding ultra mikro (UMi) dalam 9 bulan terakhir, telah terbentuk ekosistem pemberdayaan usaha hingga level usaha terkecil terlengkap di dunia.  

Direktur Utama BRI Sunarso menyebutkan keberhasilan dalam pembentukan holding ekosistem ultra mikro di tengah kondisi pandemi telah membawa perusahaan menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Holding Ultra Mikro sendiri secara resmi terbentuk pada 13 September 2021 yang merupakan penyatuan ekosistem antara BRI, Pegadaian dan PNM. 

“Tujuan pembentukannya adalah menghasilkan lembaga pemberdayaan mikro, termasuk ultra mikro terbesar yang memiliki ekosistem terlengkap dan terbesar di dunia,” kata Sunarso dalam siaran pers, Selasa (14/6/2022). 

Sunarso menjelaskan perjalanan holding ini dimulai dengan fase empower di mana PNM melalui model bisnis group lending akan menyediakan program pemberdayaan kepada nasabah yang tidak layak (unfeasible) dan unbanked untuk menjadi pengusaha ultra mikro yang lebih independen. 

Selanjutnya, pada fase integrasi, saat nasabah PNM sudah menjadi layak atau feasible dengan kapasitas bisnis yang meningkat, dapat ditawarkan produk Ultra Mikro BRI dan Pegadaian. 

Tujuan akhir dari integrated journey dalam ekosistem ultra mikro ini adalah fase peningkatan, di mana nasabah UMi telah berkembang menjadi pengusaha dengan kapasitas bisnis yang lebih matang dan siap naik kelas ke segmen mikro. 

“Melalui ekosistem ini kami menargetkan dapat melayani 55 juta nasabah ultra mikro di tahun 2024,” ujarnya.

Sunarso menjelaskan dari sisi kinerja, hingga akhir Desember 2021 BRI telah mencatatkan laba sebesar Rp32,22 triliun atau setara 25,5 persen dari total laba seluruh BUMN pada 2021, kontribusi tersebut menjadi yang terbesar diantara BUMN lainnya. 

Untuk diketahui, pada 2021 laba BUMN tumbuh 869 persen yoy. BUMN mampu mencetak laba senilai Rp126 triliun atau tumbuh 869 persen year on year/yoy. Sejalan dengan itu pendapatan BUMN juga mencapai Rp1.983 triliun atau setara 99 persen dari pendapatan anggaran pendapatan belanja negara (APBN).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggara Pernando
Terkini