Bank Mandiri (BMRI) Cetak Laba Bersih Rp12,1 Triliun per April 2022, Melesat 78,1 Persen

Bisnis.com,15 Jun 2022, 11:26 WIB
Penulis: Rika Anggraeni
Pegawai beraktivitas di salah satu cabang digital Bank Mandiri di Jakarta, Kamis (23/12/2021). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mencatat pertumbuhan laba bersih terbesar di jajaran bank dalam Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) IV secara bank only dengan realisasi laba sebesar Rp12,1 triliun per April 2022.

Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan laba bersih perseroan melesat 78,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari sebelumnya Rp6,77 triliun pada April 2021.

“Pertumbuhan tersebut tentunya tidak terlepas dari konsistensi Bank Mandiri dalam menjaga optimisme dengan memaksimalkan potensi dan peluang yang ada,” ujar Rohan dalam keterangan tertulis, Rabu (15/6/2022).

Rohan menyatakan kemampuan Bank Mandiri dalam mencetak laba tidak terlepas dari fungsi intermediasi dengan kredit yang tumbuh 12,2 persen secara tahunan, jauh di atas rata-rata industri.

“Pertumbuhan kredit Bank Mandiri juga disertai dengan kualitas aset yang terjaga optimal,” tambahnya.

Di sisi lain, Bank Mandiri mencatat tren restrukturisasi debitur terdampak Covid-19 kian melandai yang kini menjadi Rp64 triliun per April 2022. Jika dibandingkan dengan posisi tertinggi pada Juni 2021, posisi restrukturisasi Covid-19 di Bank Mandiri telah menurun sebesar Rp32,48 triliun.

“Restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 Bank Mandiri telah mencapai puncaknya di sekitar kuartal II/2021 dan terus menunjukkan tren penurunan secara bertahap sampai dengan April 2022,” jelasnya.

Rohan menjelaskan penurunan restrukturisasi Covid-19 perseroan berasal dari kemampuan membayar debitur yang telah menunjukkan perbaikan. Itu juga tercermin dalam total rasio loan at risk (LaR), termasuk debitur terdampak Covid-19 Bank Mandiri yang mencapai level 16,4 persen di April 2022.

“Untuk menjaga kualitas kredit, Bank Mandiri secara intens melakukan monitoring, termasuk melakukan stress test secara berkala serta menerapkan early warning sign untuk memastikan posisi pencadangan berada di level optimal,” terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Hadijah Alaydrus
Terkini