BTPN Syariah Akhirnya Rintis Bisnis Modal Ventura, Tepat atau Telat Nih?

Bisnis.com,17 Jun 2022, 07:54 WIB
Penulis: Leo Dwi Jatmiko
Petugas BTPN Syariah Cabang Semarang menyambut nasabah, dengan memastikan tetap mematuhi protokol kesehatan. (Bisnis/Farodlilah Muqoddam)

Bisnis.com, YOGYAKARTA - PT BTPN Syariah Ventura resmi beroperasi. Perusahaan modal ventura milik PT BTPN Syariah Tbk. ini hadir setelah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. merilis perusahaan modal ventura 4 - 6 tahun lalu.

Lantas apakah ini waktu yang tepat atau terlambat bagi perbankan untuk menghadirkan modal ventura?

Direktur Utama BTPN Syariah Ventura Ade Fauzan mengatakan tepat atau terlambat dalam pendirian modal ventura ditentukan oleh prioritas perusahaan.

Menurutnya, kehadiran PT BTPN Syariah Ventura berada pada momen yang tepat yaitu untuk mengakselerasi digitalisasi di induk perusahaan, PT BTPN Syariah Tbk. dan menciptakan ekosistem digital syariah.

“Tujuan pendirian ventura ini sangat-sangat spesifik. Sangat jelas untuk membantu bank [induk]” kata Ade di Yogyakarta, Kamis (17/6).

Dia mengatakan selama ini sumber yang dimiliki BTPN Syariah difokuskan untuk membangun ekosistem digital syariah di internal dan eksternal, ketika proses tersebut sudah masuk ke suatu titik tertentu dan perusahaan memiliki sumber kuat untuk meningkat ke tahap lanjut, maka perusahaan melakukan hal tersebut dengan membangun modal ventura.

“Jadi bukan terlambat atau tidak, tetapi memang kami atur milestone-nya,” kata Ade.

Dia menambahkan yang menarik dari BTPN Syariah Ventura adalah perusahaan modal ventura ini akan terus menjadi investor strategis, bukan ordinary investor atau investor yang mencari valuasi.

Investasi BTPN Syariah Ventura ke perusahaan rintisan bertujuan untuk membantu BTPN Syariah tumbuh lebih besar.

Dengan modal yang hanya Rp300 miliar, lanjut Ade, perusahaan akan melakukan investasi secara cerdas ke perusahaan rintisan berkualitas. Proses investasi dilakukan dengan sabar dan tidak terburu-buru.

“Kami dengan ‘berkencan’ dengan [startup] Dagangan sebelum mereka terkenal seperti sekarang. Kami akan mencari Dagangan-Dagangan lain yang masih kecil tetapi punya potensi yang kami tahu potensi itu bisa menyelesaikan masalah,” kata Ade.

Dia mengatakan seluruh nasabah BTPN Syariah yang berjumlah hampir 6 juta nasabah, rencananya akan mendapat manfaat dan nilai tambah dari Dagangan. Cepat atau lambat manfaat tersebut dirasakan oleh nasabah, bergantung pada kecepatan adopsi digital para nasabah.

Sekadar informasi, PT BTPN Syariah Ventura sendiri mendapat izin beroperasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 20 Mei 2022. BTPN Syariah Ventura memiliki modal dasar entitas sebesar Rp500 miliar dan modal ditempatkan dan disetor penuh menjadi sebesar Rp 300 miliar.

BTPN Syariah Ventura mempunyai dua pemegang saham yaitu BTPN Syariah sebesar 99 persen, sementara induk BTPN Syariah yakni PT Bank BTPN tbk (BTPN) memegang sisanya sebesar 1 persen.

Tidak lama setelah diluncurkan, BTPN Syariah Ventura mengumumkan pendanaan ke perusahaan rintisan rural e-commerce, Dagangan, senilai US$6,6 juta atau setara dengan Rp95,4 miliar.

Perusahaan rintisan yang bermarkas di Yogyakarta tersebut menggunakan model hub-and-spoke dalam operasional bisnisnya. Dagangan membangun pusat pengadaan kebutuhan pokok atau micro fulfillment center (hub) di kota-kota tier 3-4 dan wilayah pedesaan, yang nantinya akan membuat biaya logistik bagi ultra mikro menjadi lebih efisien.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Hadijah Alaydrus
Terkini