Terlampaui! Penjualan SBR011 di Bank Mandiri (BMRI) Tembus Target

Bisnis.com,20 Jun 2022, 15:15 WIB
Penulis: Dionisio Damara
Karyawan melayani nasabah Prioritas di Cabang Mandiri Prioritas Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (7/10/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mencatatkan penjualan Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR011 tembus Rp1,83 triliun selama masa penawaran, yang berlangsung sejak 25 Mei hingga 16 Juni 2022

Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha mengatakan capaian tersebut melampaui target perseroan yang ditetapkan sebesar Rp1,5 triliun. Tak hanya itu, penjualan SBR011 juga melewati capaian SBR seri sebelumnya.

“Pencapaian SBR011 lebih tinggi dari SBR10. Saat itu Bank Mandiri berhasil melakukan penjualan hingga mencapai Rp1,27 triliun,” ujar Rudi kepada Bisnis, Senin (20/6/2022).

Menurutnya, tingginya realisasi penjualan SBR011 disebabkan oleh spread atau selisih bunga yang diberikan jauh lebih tinggi daripada SBR010. Sebagaimana diketahui, SBR011 memberikan spread sebesar 2 persen, sedangkan seri sebelumnya hanya 1,6 persen.

Kupon SBR011 memiliki sifat mengambang dilengkapi dengan batas bawah atau floating with floor. Dengan demikian, kupon akan naik bila suku bunga acuan naik, tetapi tidak akan turun lebih rendah daripada batas minimal.

Secara rinci, tingkat kupon tersebut berlaku untuk periode 3 bulan pertama, tanggal 22 Juni 2021 – 10 September 2022. Besaran kupon tersebut berasal dari suku bunga acuan yang berlaku pada saat penetapan kupon yaitu sebesar 3,5 persen ditambah spread tetap 200 bps (2,00 persen).

Tingkat Kupon berikutnya akan disesuaikan setiap 3 bulan pada tanggal penyesuaian kupon sampai dengan jatuh tempo. Selain itu, penyesuaian tingkat kupon didasarkan pada suku bunga acuan ditambah spread tetap 200 bps (2,00 persen).

Rudi mengatakan bahwa penawaran tersebut membuat SBR011 sangat diminati nasabah perseroan. Ke depannya, dia menilai sentimen kenaikan suku bunga secara umum akan menjadi motor penggerak kenaikan suku bunga dari SBR011.

“Menurut hemat kami, sentimen pergerakan kenaikan suku bunga secara umum saat ini merupakan faktor utama penggerak kenaikan suku bunga SBR-011. Sentimen yang dapat menghambat adalah kenaikan bunga deposito,” pungkasnya.

Sampai dengan masa penutupan penawaran, Data Direktorat Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kementerian Keuangan RI melaporkan angka penjualan SBR011 secara nasional mencapai Rp13,95 triliun, naik 86 persen dari realisasi penjualan SBR010.

Angka penjualan SBR011 untuk sementara juga memecahkan rekor seri non-tradable secara nasional. Penetapan penjualan SBR011 nasional secara resmi diumumkan pada 20 Juni 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggara Pernando
Terkini