Deliveree Beberkan Tantangan Bisnis Logistik Di Indonesia

Bisnis.com,23 Jun 2022, 20:45 WIB
Penulis: Khadijah Shahnaz
Ilustrasi/deliveree.com

Bisnis.com, JAKARTA - Deliveree, startup asal Singapura, menyebut sejumlah tantangan bisnis logistik di Indonesia yang menjadi pasar terbesarnya untuk kawasan Asia Tenggara.

Group CEO dan Co Founder Deliveree Tom Kim mengatakan Indonesia mempunyai beberapa kompleksitas logistik tersendiri, sehingga Deliveree hadir sebagai solusi logistik di Indonesia. Sebagai informasi, Deliveree saat ini mempunyai jasa logistik di tiga negara yaitu Indonesia, Filipina dan Thailand.

Pria yang akrab dipanggil Tom ini mengatakan tantangan utama logistik truck di Indonesia adalah ketepatan waktu. Dia menjelaskan pengiriman logistik berbeda dengan moda transportasi online yang ada saat ini, dikarenakan adanya tenggat waktu yang harus dicapai.

"Adanya kemacetan dan banjir, terlebih jika ada hubungannya dengan infrastruktur Indonesia yang cukup menantang," ujar Tom kepada Bisnis.com, Kamis (23/6/2022).

Tom pun mengakui keterlambatan merupakan hal yang wajar untuk sektor logistik, namun Deliveree saat ini sudah mempunyai beberapa teknologi untuk mencegah keterlambatan.

"Nama sistem ini adalah Prelate, karena menghentikan keterlambatan sebelum terjadi," jelas Tom.

Tom menjelaskan sistem tersebut akan dipakai oleh bagian customer support Deliveree untuk menghindari keterlambatan. Sistem tersebut akan melacak driver Deliveree dan akan menghitung estimasi waktu yang diperlukan driver Deliveree untuk mencapai tujuan konsumen tanpa adanya keterlambatan.

Jika ada estimasi keterlambatan, sistem akan langsung memberikan notifikasi kepada admin sehingga admin dapat memberikan konsumen, driver terbaru dengan jarak dan estimasi waktu lebih dekat.

"Ini win-win solusi untuk konsumen dan driver. Driver tidak perlu bermacet-macetan dan konsumen tidak perlu menunggu," paparnya.

Tom juga mengatakan ini merupakan satu dari beribu sistem yang ada di teknologi third generation milik Deliveree.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Rio Sandy Pradana
Terkini
'