SKNBI Masih Ramai, Bank Mandiri (BMRI) Catat Total Nilai Transaksi Tembus Rp580,13 Triliun

Bisnis.com,28 Jun 2022, 17:04 WIB
Penulis: Rika Anggraeni
Pegawai beraktivitas di salah satu cabang digital Bank Mandiri di Jakarta, Kamis (23/12/2021). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) melihat transaksi sistem kliring nasional Bank Indonesia atau SKNBI di Bank Mandiri masih menjadi pilihan transaksi nasabah pada lima bulan pertama 2022.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha mengungkapkan total nilai transaksi ingoing dan outgoing SKNBI perseroan mencapai Rp580,13 triliun. Posisi ini meningkat sebesar 12,10 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Sementara itu, nilai transaksi SKNBI di Bank Mandiri pada periode Januari sampai dengan Mei 2022 mencapai 25 juta transaksi dengan tren yang terus meningkat.

Diketahui, BI memperpanjang tarif SKNBI yang semula akan berakhir pada 30 Juni 2022 menjadi 31 Desember 2022, yakni sebesar Rp1 dari Bank Indonesia ke bank dan maksimum Rp2.900 dari bank kepada nasabah.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi biaya dan aktivitas ekonomi masyarakat serta memudahkan transaksi keuangan dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi.

Rudi mengatakan perseroan menyambut baik kebijakan bank sentral untuk memperpanjang tarif SKNBI dengan harapan bisa memberikan keringanan bagi nasabah.

Bank Mandiri menyambut baik kebijakan Bank Indonesia untuk memperpanjang tarif SKNBI. Kebijakan ini tentunya diharapkan dapat memberikan keringanan bagi nasabah berupa tarif transaksi yang lebih murah serta secara langsung mendorong pertumbuhan transaksi nontunai di dalam negeri,” kata Rudi kepada Bisnis, Selasa (28/6/2022).

Jika menilik data Statistik Pembayaran dan Infrastruktur Pasar Keuangan (SPIP) per Mei 2022, volume transaksi SKNBI mengalami penurunan tipis, sebesar 1 persen secara tahunan dari 13,22 juta transaksi per Mei 2021 menjadi 13,1 juta transaksi pada periode yang sama 2022.

Dari data tersebut juga memperlihatkan nilai transaksi SKNBI turun 5 persen secara tahunan per Mei 2022 menjadi Rp352,52 triliun, dari sebelumnya Rp372,41 triliun. Sementara itu, nilai transaksi didominasi oleh kliring kredit yang mencapai Rp312,78 triliun, sedangkan kliring debit sebesar Rp39,73 triliun.

Lebih lanjut, jumlah peserta kliring tercatat mengalami tren penurunan dari tahun ke tahun. Jumlah itu turun dari 141 peserta pada tahun 2012 menjadi 127 peserta pada tahun 2021. Sedangkan peserta kliring per Mei 2022 tercatat sebanyak 128 peserta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Hadijah Alaydrus
Terkini