SMI Kucurkan Pembiayaan Rp7,4 Triliun untuk Proyek EBT

Bisnis.com,13 Jul 2022, 15:11 WIB
Penulis: Denis Riantiza Meilanova
Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad (tengah) dan Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Destiawan Soewardjono berfoto bersama usai seremoni pengalihan saham PT Waskita Toll Road kepada PT SMI di PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) pada Selasa (5/7/2022)./Waskita Karya

Bisnis.com, JAKARTA - PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI telah menyalurkan pembiayaan ke sektor energi baru dan terbarukan (EBT) dengan total komitmen mencapai sekitar US$500 juta.

Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad mengatakan, pendanaan ke sektor energi terbarukan merupakan salah satu komitmen nyata perseroan dalam mengakselerasi penerapan pembiayaan berkelanjutan.

"Untuk menunjukkan semua komitmen PT SMI telah melakukan sejumlah upaya untuk menjadi institusi yang diandalkan dalam hal keberlanjutan di proyek kami. Contohnya, PT SMI mendedikasikan divisi untuk mendukung proyek berkelanjutan, tidak hanya proyek tetapi kami juga mengatur komitmen kami untuk keuangan berkelanjutan melalui inovasi produk, blended finance, dan juga platform terintegrasi," ujar Edwin dalam acara Road to G20 'Sustainable Finance: Instruments and Management in Achieving Sustainable Development of Indonesia', Rabu (13/7/2022).

Lebih lanjut, Edwin mencontohkan bahwa SMI telah mendanai sektor energi terbarukan dengan total komitmen sekitar US$500 juta. Pendanaan tersebut disalurkan ke berbagai macam proyek energi terbarukan, seperti tenaga air, tenaga surya, tenaga angin, biomassa, dan panas bumi.

Selain itu, perseroan juga mengelola platform blended finance, yakni SDG Indonesia One, yang memobilisasi berbagai dana dari lembaga donor, lembaga bilateral maupun multilateral , filantropi yang memiliki urgensi yang sama terhadap isu keberlanjutan.

Edwin mengatakan, isu dampak perubahan iklim telah menjadi agenda serius dan mendesak untuk ditangani. Dibutuhkan tindakan serius untuk menciptakan produk keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.

Terkait penerapan pembiayaan berkelanjutan, PT SMI baru-baru ini masuk ke dalam bidang pembiayaan iklim yang lebih kompleks untuk mendukung peran pemerintah dalam menurunkan emisi karbon.

"Dalam pembiayaan iklim sendiri kita dapat memulai fokus dari tahap awal, yaitu transisi. Oleh karena itu, PT SMI memilih untuk mengambil tindakan untuk membantu fase transisi melalui pembiayaan transisi energi sebagai pembiayaan yang bertujuan untuk memfasilitasi transisi energi pada fase percepatan. Hal yang akan segera kami perkenalkan dalam waktu dekat adalah platform energy transition mechanism country," kata Edwin.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mendorong agar PT SMI untuk dapat terus menciptakan pendanaan kreatif untuk mendukung mitigasi perubahan iklim dan pencapaian net-zero emission. Hal ini karena kebutuhan pendanaan untuk mencapai target penurunan emisi sesuai Nationally Determined Contributions (NDC) sangatlah besar.

Sri Mulyani mengatakan, Indonesia membutuhkan sekitar US$243 miliar atau sekitar Rp3.500 untuk menurunkan emisi karbon sebesar 314 juta-446 juta ton CO2 di sektor energi.

"PT SMI tadi pendanaannya sudah mencapai US$500 juta, tapi ingat kebutuhan pendanaan mencapai US$243 miliar. Jadi US$500 juta belum apa-apa. Artinya, Anda harus melakukan lebih banyak dan ini tidak perlu menggunakan seluruh neraca sendiri yang malah menjadi tidak berkelanjutan. Anda harus mampu menciptakan pendanaan kreatif. Kami menugaskan PT SMI dan PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) untuk dapat terus melakukan inovasi pendanaan melalui kerja sama dengan institusi multilateral, bilateral, filantropi," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggara Pernando
Terkini