Bank-Bank Umum Indonesia Pangkas 6.341 Kantor Cabang di Kuartal I/2022

Bisnis.com,14 Jul 2022, 09:25 WIB
Penulis: Leo Dwi Jatmiko
Karyawati melayani nasabah di salah satu kantor cabang PT Bank J Trust Indonesia Tbk. (BCIC) di Jakarta, Rabu (13/7/2022). Bisnis/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA - Jumlah kantor cabang perbankan terus mengalami penyusutan. Dibandingkan dengan Desember 2021, jumlah kantor cabang pada Maret 2022 telah berkurang sebanyak 6.341 kantor.

Merujuk data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diketahui total jumlah kantor cabang bank umum pada Maret sebanyak 26.025 kantor cabang, atau turun 19,59 persen dibandingkan dengan Desember 2021 yang sebanyak 32.366 kantor cabang.

Adapun jika dibandingkan dengan Maret 2021, jumlah kantor cabang pada kuartal I/2022 turun 13,03 persen.

Dalam 3 tahun terakhir, jumlah kantor cabang mengalami pasang surut. Pada Desember 2019 jumlah kantor cabang bank umum sebanyak 31.127 kantor. Jumlah tersebut turun menjadi 30.733 kantor cabang pada Desember 2020. Sementara itu pada Desember 2021, jumlahnya kembali naik menjadi 32.336 kantor cabang, sebelum akhirnya turun pada Maret 2022.

Mengenai hal tersebut, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abdul Manap Pulungan mengatakan penutupan kantor cabang merupakan upaya perbankan untuk menuju efisiensi di era digital.

“Jika dipertahankan ongkosnya itu akan mahal sementara itu bank ingin efisiensi. Kedua, berarti ada upaya pelayanan melalui aplikasi. Uang dari penutupan tersebut dapat dialihkan ke investasi teknologi informasi,” kata Abdul, Kamis (14/7).

Abdul menambahkan meski bank dapat memperoleh efisiensi karena menutup bank, sisi negatifnya, tenaga kerja di kantor-kantor yang ditutup turut terimbas. Sejumlah tenaga kerja akan terkena pemutusan hubungan kerja.

Lebih lanjut mengenai kebutuhan nasabah di kantor cabang, menurut Abdul, untuk nasabah kelas kakap sudah lebih nyaman dengan menggunakan aplikasi atau transaksi digital. Sementara itu nasabah kelas menengah ke bawah, masih membutuhkan pelayanan dari kantor cabang.

“Saya melihat masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah masih butuh ke kantor cabang. Mereka yang tinggal di kampung, kesulitan menggunakan aplikasi,” kata Abdul.

Selain itu, lanjutnya, bank-bank yang memiliki kantor cabang di daerah-daerah biasanya mendapat dana murah yang tinggi dari nasabah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Aprianto Cahyo Nugroho
Terkini