Pemegang Saham Utama Siap Serap Rights Issue J Trust Bank (BCIC)

Bisnis.com,15 Jul 2022, 18:44 WIB
Penulis: Wahyu Arifin
Karyawati melayani nasabah di salah satu kantor cabang PT Bank J Trust Indonesia Tbk. (BCIC) di Jakarta, Rabu (13/7/2022). Bisnis/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA - Pemegang saham utama J Trust Bank menyatakan komitmennya untuk menyerap saham baru dari aksi penambahan modal perseroan melalui hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue 

Pemenang saham utama perseroan tersebut yakni J Trust Co., Ltd., Jepang dan kelompok usahanya J Trust Asia Pte. Ltd., Singapura serta PT J Trust Investments Indonesia. 

Direktur Utama J Trust Bank Ritsuo Fukadai, menyampaikan, para pemegang saham utama secara bersama-sama telah menyatakan komitmennya untuk melaksanakan HMETD. 

Komitmen itu dengan mengkonversi dana yang telah diterima oleh perseroan dan dicatat sebagai komponen ekuitas lainnya secara seluruhnya senilai Rp1,19 triliun dalam PMHMETD Tahap II tersebut. 

“Ini merupakan komitmen pemegang saham pengendali J Trust Bank yaitu J Trust Co., Ltd, untuk memperkuat struktur permodalan guna merealisasikan rencana strategis bank dan ekspansi bisnis ke sejumlah sektor usaha yang menjanjikan," tutur Ritsuo dalam siaran resmi yang dikutip, Jumat (15/7/2022).

Diketahui, J Trust Bank akan melanjutkan aksi korporasi yaitu PMHMETD Tahap II dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 4.242.714.624 saham Seri C dengan nilai nominal Rp100 per lembar saham dan nilai emisi saham sebanyak-banyaknya Rp1.272.814.387.200.

Sementara itu, menjelang aksi right issue tersebut, J Trust menyatakan bahwa kinerja perusahaan dalam kondisi solid dan terus menyalurkan pinjaman secara prudent

Salah satunya melalui produk kredit kepemilikan rumah (KPR) dengan bunga dan tenor pinjaman yang kompetitif seiring tingginya tren masyarakat pada kepemilikan rumah tapak. 

Bangkitnya sektor properti itu dimanfaatkan oleh J Trust Bank untuk menggandeng beberapa pengembang yang dinilai memiliki nilai investasi tinggi dan menguntungkan di masa yang akan datang.

"Hingga akhir Mei 2022, perseroan membukukan keuntungan di mana kredit tumbuh sebesar 38% menjadi Rp13,82 triliun dari sebelumnya Rp10,01 triliun per Desember 2021," ujarnya 

Sedangkan pada sisi simpanan melalui instrumen tabungan, giro, dan deposito J Trust Bank menghimpun DPK sebesar Rp19,13 triliun atau tumbuh 20% dari sebelumnya sebesar Rp15,95 triliun pada akhir Desember 2021.

"Saat ini bank memiliki rasio kecukupan likuiditas sebesar 161,30 persen atau berada di atas ketentuan minimum yang ditetapkan oleh regulator," ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Thomas Mola
Terkini