Bank Indonesia Catat KPR Melambat, Kredit Real Estate Meningkat

Bisnis.com,24 Jul 2022, 20:21 WIB
Penulis: Dionisio Damara
Foto udara areal komplek perumahan bersubsidi di kawasan Jalan Kecipir, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (15/7/2022). ANTARA FOTO/Makna Zaezar

Bisnis.com, JAKARTA – Penyaluran kredit properti pada Juni 2022 mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini disebabkan melambatnya pertumbuhan kredit pemilikan rumah/apartemen (KPR/KPA) dan konstruksi.

Berdasarkan laporan analisis uang beredar yang dirilis Bank Indonesia (BI), kucuran kredit sektor properti pada Juni 2022 tumbuh 5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Meski tumbuh, capaian ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang membukukan kenaikan 5,9 persen yoy.

Bank sentral mencatat bahwa penurunan tersebut disebabkan oleh mandeknya laju pertumbuhan KPR/KPA pada Juni 2022, yang turun 280 basis poin secara bulanan atau dari 9,8 persen yoy pada Mei 2022 menjadi 7 persen yoy.

“Kredit KPR/KPA melambat dari 9,8 persen yoy menjadi sebesar 7,0 persen yoy pada Juni 2022, terutama untuk pembiayaan perumahan tipe di atas 70 di Jawa Barat dan Banten,” tulis laporan bank sentral dikutip pada Minggu (24/7/2022).

Sebelumnya, penyaluran kredit sektor properti pada Mei 2022 juga mengalami perlambatan. Pada periode tersebut kredit properti tumbuh 5,9 persen yoy atau lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya 6,1 persen yoy.

Adapun KPR/KPA menjadi penyebab dengan catatan pertumbuhan sebesar 9,8 persen per Mei 2022. Capaian ini lebih rendah dibandingkan April 2022 yang membukukan pertumbuhan 10,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, tak cuma KPR/KPA, kredit konstruksi sepanjang Juni 2022 turut terkontraksi sebesar 0,04 persen yoy, setelah bulan sebelumnya tumbuh positif 0,9 persen yoy. Hal utamanya disebabkan oleh bangunan jalan raya di Banten dan DKI Jakarta.

Di sisi lain, kredit real estate atau kredit rumah menengah ke atas tumbuh 9,8 persen yoy. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 4,3 persen yoy. Peningkatan ini seiring laju penyaluran kredit real estate gedung perbelanjaan.

Adapun, kredit konsumsi masih mengalami peningkatan dari sebesar 6,2 persen yoy pada Mei 2022 menjadi 6,9 persen pada Juni. Pertumbuhan ini dipicu oleh meningkatnya penyaluran kredit multiguna dan kredit kendaraan bermotor (KKB). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggara Pernando
Terkini