Alibaba Cloud: Komputasi Awan Tekan Belanja Modal IT Bank Digital

Bisnis.com,26 Jul 2022, 18:20 WIB
Penulis: Dionisio Damara
Country Manager Alibaba Cloud Indonesia Leon Chen (ketiga kanan) didampingi Head of Solution Architect Eggy Tanuwijaya (kiri), Head of FSI Business Pinky Meiska (kedua kiri), dan Head of Marketing Tifi Liu (kedua kanan) berfoto dengan Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Institute dan Keuangan Digital Imansyah (ketiga kiri) dan Head of Special Digital Products Bisnis Indonesia Yusuf Waluyo Jati di Jakarta. /Bisnis-Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Cloud computing atau komputasi awan dinilai memiliki peran penting dalam perkembangan industri keuangan digital di Indonesia, termasuk perbankan digital.

Eggy Tanuwijaya, Head of Product Solutions for Indonesia, Alibaba Cloud Intelligence, mengatakan bahwa melalui layanan komputasi awan, bank dapat mengurangi belanja modal atau capital expenditure (capex) untuk pembelian server.

Secara sederhana, komputasi awan adalah metode penyampaian berbagai layanan melalui internet. Sumber daya yang dimaksud contohnya adalah aplikasi seperti penyimpanan data, server, database, jaringan, dan perangkat lunak.

“Dengan mengadopsi cloud, perusahaan tidak perlu lagi mengeluarkan capex yang besar untuk membeli server dan tinggal menyewa sesuai kebutuhan,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (26/7).

Selain itu, kata Eggy, dengan menggunakan komputasi awan dan aplikasi berbasis cloud, produk yang dikembangkan dapat diluncurkan ke pasar dengan lebih cepat dan efisien.

Dari sisi keamanan, dia menjelaskan terdapat tiga tingkat keamanan yang perlu diperhatikan di dalam cloud, yaitu keamanan aplikasi, keamanan data, dan keamanan platform. Keamanan Aplikasi adalah garis pertahanan pertama untuk melindungi aplikasi pelanggan di web.

Eggy menjelaskan bahwa Alibaba Cloud secara khusus menyediakan empat produk keamanan terkait seperti Anti DDoS (untuk serangan DDoS), Web Application Firewall (menyaring sebagian besar intrusi berbahaya dalam aplikasi), dan pusat keamanan.

“Alibaba Cloud memenuhi standar keamanan informasi domestik dan internasional, serta persyaratan industri. Alibaba Cloud juga terlibat dengan pihak ketiga independen untuk memverifikasi standar keamanan sesuai dengan berbagai persyaratan,” tuturnya.  

Dia menilai keamanan siber merupakan salah satu hal yang perlu perhatian khusus, terutama di industri perbankan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), industri keuangan atau perbankan merupakan salah satu sektor yang paling rentan terhadap serangan siber.

Serangan siber di Indonesia hingga September 2021 meningkat hampir dua kali lipat dari tahun 2020. Oleh sebab itu, Eggy menyatakan bahwa peningkatan akan kemampuan keamanan siber sangat penting bagi semua sektor terutama sektor keuangan.

Alibaba Cloud merupakan penyedia produk dan layanan teknologi terdepan berstandar internasional, yang juga menyediakan layanan CyberSecurity. Perusahan ini juga satu-satunya yang memiliki scrubbing center dan tiga data center di Indonesia.

Eggy menyampaikan Alibaba Cloud saat ini memiliki puluhan pelanggan di industri keuangan, yang di dalamnya termasuk fintech, antara lain DANA, Astra Financial, dan Xendit. Selain itu, Bank BJB juga menjadi salah satu emiten bank yang telah bekerja sama dengan Alibaba Cloud. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Muhammad Khadafi
Terkini