Ngeri! Bos BI Sebut Dolar AS Saat Ini Terkuat Sejak 2002

Bisnis.com,01 Agt 2022, 19:25 WIB
Penulis: Ni Luh Anggela
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo aat konferensi pers penutupan Finance Minister and Central Bank Governors (FMCBG) G20 Nusa Dua, Bali pada Sabtu (16/7/2022)/Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan mata uang di seluruh dunia, termasuk rupiah, melemah lantaran mata uang dolar AS sangat kuat saat ini. 

Hal tersebut disampaikan Perry Warjiyo  dalam Konferensi Pers KSSK Hasil Rapat Berkala KSSK III Tahun 2022 yang dipantau secara virtual pada Senin (1/8/2022). Dia menuturkan indeks dolar AS beberapa hari lalu pernah mencapai 108 poin bahkan 109 poin, namun sekarang turun 106,5 poin.

"[Posisi dolar AS sekarang] Ini termasuk yang terkuat sejak 2002, seluruh dunia mengalami tekanan nilai tukar," katanya.

Atas dasar itulah, BI  tidak segan melakukan stabilitas nilai tukar, melindungi ekonomi dan inflasi Indonesia dari tekanan dolar AS dan perekonomian global secara umum. 

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya menyampaikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah meningkat. Hal tersebut juga dialami oleh seluruh mata uang negara-negara di dunia terhadap dolar AS di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.

Bendahara negara tersebut menjelaskan hingga 28 Juli 2022, nilai tukar rupiah melemah 4,55 persen (year-to-date/ytd). Kendati demikian, dia menilai perlemahan ini lebih baik jika dibandingkan dengan  depresiasi berbagai mata uang di kawasan. Dia memaparkan bahwa sepanjang tahun berjalan, ringgit Malaysia mengalami pelemahan 6,46 persen, rupee India melemah 6,80 persen, dan baht Thailand yang melemah hingga 9,24 persen.

"Pelemahan 4,55 persen [YtD] dari rupiah lebih baik apabila dibandingkan dengan pelemahan atau depresiasi berbagai mata uang di kawasan," ujar Sri Mulyani. 

Perry mengungkapkan alasan mengapa nilai tukar rupiah lebih rendah dibandingkan negara-negara yang disebutkan Sri Mulyani, lantaran BI melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah.

"Kami lakukan stabilisasi nilai tukar rupiah tidak hanya untuk melakukan makro ekonomi tapi juga sebagai bagian untuk pengendalian inflasi," ujar dia. 

Nilai tukar rupiah mencatatkan pelemahan 4,55 persen (year-to-date/YtD) terhadap dolar Amerika Serikat (US$) hingga 28 Juli 2022. Meskipun begitu, kondisi rupiah dinilai masih lebih baik dari mata uang sejumlah negara tetangga. Bank Indonesia mencatat, kurs transaksi jual per 1 dolar AS mencapai Rp15.095,10 pada 28 Juli 2022. Sementara kurs beli bertengger pada level Rp14.944,90. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Feni Freycinetia Fitriani
Terkini