Penawaran Umum Obligasi BRI Finance Mulai Besok! Bunga Tembus 6,95 Persen

Bisnis.com,01 Agt 2022, 13:11 WIB
Penulis: Aziz Rahardyan
Logo BRI Finance./Bisnis.com
Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan pembiayaan PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) menggelar masa penawaran umum Obligasi I BRI Finance Tahun 2022 dengan penghimpunan dana Rp700 miliar pada esok hari, Selasa (2/8/2022) sampai Kamis (4/8/2022)
Berdasarkan informasi tambahan dan/atau perbaikan prospektus ringkas yang dipublikasikan di Harian Bisnis Indonesia, Senin (1/8/2022), obligasi perdana dari anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) ini hanya akan diterbitkan dalam satu seri.
Obligasi berjangka waktu 3 tahun ini akan ditawarkan penuh dengan tingkat bunga tetap 6,95 persen per tahun. Sebagai perbandingan, pada masa penawaran awal, tingkat bunga yang ditawarkan berkisar 6,3 persen sampai 7 persen. 
Selanjutnya, masa penjatahan diperkirakan jatuh pada 5 Agustus 2022. Tanggal emisi atau distribusi secara elektronik pada 9 Agustus 2022. Pemegang obligasi akan menerima pembayaran bunga secara triwulanan, pertama kali pada 9 November 2022 dan yang terakhir pada 9 Agustus 2025.
Dalam rangka penerbitan Obligasi I BRI Finance Tahun 2022 ini, BRI Finance telah menggenggam rating idAA alias double A dari lembaga pemeringkatan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). 
Penjamin pelaksana emisi obligasi ini PT BCA Sekuritas dan PT BRI Danareksa Sekuritas, sementara bank wali amanat PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI). 
Obligasi I BRI Finance Tahun 2021 ini juga akan dijamin dengan piutang performing milik perseroan dengan nilai sekurang-kurangnya 50 persen dari nilai nilai pokok obligasi. 
Sebagai catatan, sebelum menerbitkan obligasi, BRI Finance juga berpengalaman menerbitkan medium term notes (MTN) sebanyak dua kali, pada 2019 dan 2021 senilai Rp500 miliar.
Direktur Utama BRI Finance Azizatun Azhimah mengungkap optimisme bahwa penerbitan obligasi perdananya akan sukses terserap, sebab BRI Finance setidaknya punya lima investment proposition yang kuat dan bisa menjadi pertimbangan investor. 
Pertama, strategi bisnis yang berfokus pada pembiayaan konsumen, di mana notabene tengah ramai permintaan. Kedua, BRI Finance memiliki keragaman produk dan layanan, mulai dari pembiayaan kendaraan penumpang, segmen komersial, sewa operasi, serta fasilitas dana tunai yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. 
"Kemudian, ketiga, dukungan kuat dari induk yang merupakan salah satu grup perbankan di Indonesia. Baik dukungan dari sisi pendanaan, pertumbuhan bisnis, perkembangan teknologi informasi, sampai sumber daya manusia," ujarnya dalam paparan publik beberapa waktu lalu. 
Keempat, BRI Finance telah merealisasikan sinergi bersama Grup BRI, membuka peluang merangkul nasabah potensial yang belum tergarap. Terakhir, Azizah menjamin pihaknya punya manajemen risiko yang solid dan excellent good corporate governance (GCG) yang terus terjaga. 
Sampai semester I/2022, Azizah mengklaim kinerja BRI Finance masih on the track dalam rangka membidik realisasi penyaluran pembiayaan menyentuh Rp5 triliun, atau naik sekitar 35 persen (year-on-year/yoy) ketimbang capaian tahun lalu senilai Rp3,7 triliun. 
BRI Finance pun masih membidik pertumbuhan piutang pembiayaan berlipat untuk mendongkrak aset, melanjutkan tren pertumbuhan piutang pembiayaan kotor dari Rp3,7 triliun pada akhir 2020 menjadi Rp4,8 triliun pada akhir 2021.
"Per Juni 2022, portofolio pembiayaan BRI Finance telah mencapai Rp5,8 triliun atau naik 39 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara penyaluran pembiayaan baru per Juni 2022, tercatat tumbuh 42,6 persen dibandingkan semester I/2021," jelasnya. 
BRI Finance masih membidik mampu menjadi salah satu multifinance yang berfokus pada pembiayaan konsumen dengan total aset di atas Rp10 triliun pada 2024. Sebagai perbandingan, aset BRI Finance pada akhir 2020 mencapai Rp4,1 triliun, kemudian tumbuh menjadi Rp5,3 triliun pada akhir 2021.
Adapun, total pendapatan BRI Finance per Mei 2022 telah mencapai Rp327 miliar, lebih baik ketimbang periode sama tahun lalu senilai Rp220 miliar. Laba periode berjalan pun menjadi Rp25,1 miliar per Mei 2022, naik dari periode Mei 2021 yang hanya senilai Rp11,1 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Hadijah Alaydrus
Terkini