Meski Bukukan Rugi, Kredit Bank Neo Commerce (BBYB) Tumbuh 84,2 Persen di Semester I/2022

Bisnis.com,01 Agt 2022, 11:47 WIB
Penulis: Dionisio Damara
Karyawan beraktivitas di salah satu kantor cabang Bank Neo Commerce di Jakarta, Rabu (5/1/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Neo Commerce Tbk. atau BNC sepanjang semester I/2022 mampu mencatatkan kenaikan total kredit sebesar 84,2 persen secara year-on-year (yoy).

Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan mengatakan penyaluran kredit ini di antaranya dilakukan secara digital dan transaksi kredit melalui produk tersebut meningkat cukup signifikan pada kuartal II/2022.

“Setahun terakhir, kami secara konsisten terus menambah berbagai layanan dan fitur keuangan digital yang benar-benar bermanfaat dan digunakan nasabah BNC,” ujar Tjandra dalam keterangan tertulis, Senin (1/8/2022).  

Tjandra menjelaskan bahwa kenaikan dari sisi kredit turut meningkatkan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) perseroan menjadi Rp547,0 miliar, naik 302 persen dibandingkan posisi 30 Juni 2021 yang sebesar Rp136,1 miliar. 

Selain itu, pendapatan berbasis komisi (fee based income) juga melesat sebanyak 973,8 persen secara yoy menjadi Rp176,1 miliar pada paruh pertama tahun ini.

Adapun dari sisi likuiditas, perolehan dana pihak ketiga atau DPK perseroan pada Juni 2022 meningkat 37,03 persen dibandingkan capaian Desember 2021 menjadi Rp11,1 triliun.

BNC pada semester I/2022 tercatat merugi Rp611,4 miliar. Meski demikian, Tjandra menyatakan bahwa kerugian itu terus turun tiap bulannya. Pada Januari 2022, rugi perseroan mencapai Rp159,6 miliar kemudian pad Juni 2022 mampu mencetak laba sebesar Rp5,6 miliar.

Adapun, rugi yang dibukukan emiten bank berkode saham BBYB ini didorong oleh kenaikan biaya promosi sebesar 139,8 persen yoy menjadi Rp251,3 miliar.

Di sisi lain, BBYB tercatat mampu menurunkan rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), dari posisi 224,01 persen per Desember 2021 turun menjadi menjadi 156,75 persen pada Juni 2022. Sementara itu, net interest margin (NIM) naik ke level 10,16 persen atau 5,15 persen pada akhir tahun lalu.

Selain itu, Bank Neo Commerce membukukan aset sebesar Rp14,3 triliun hingga Juni 2022. Perolehan tersebut meningkat 104,6 persen yoy.

Tjandra menyampaikan BNC optimistis menyambut semester II/2022 seiring dengan semakin lengkapnya fitur dan layanan yang bakal dihadirkan ke depan. Hal ini diharapkan mampu mendorong peningkatan frekuensi transaksi dari nasabah.

Sampai dengan Juni 2022, pengguna Bank Neo Commerce telah mencapai 18,5 juta atau 9 kali lebih banyak dibandingkan posisi Juni 2022. Oleh sebab itu, biaya-biaya berkaitan dengan operasional pada 2022 tidak sebesar tahun lalu.

“Dengan jumlah nasabah lebih dari 18,5 juta saat ini, BNC diuntungkan mendapatkan use case terbaik, sehingga kami lebih leluasa mendengarkan masukan dari nasabah akan produk layanan seperti apa yang mereka inginkan, dari situ kami berusaha mewujudkannya,” kata Tjandra.

Seperti diketahui, Bank Neo Commerce mencatatkan kenaikan rugi bersih tahun berjalan sebesar 360 persen secara tahunan (yoy), dari Rp132,86 miliar menjadi Rp611,43 miliar pada semester I/2022. Artinya, rugi bank digital tersebut naik lebih dari 4 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Hadijah Alaydrus
Terkini