Bos BRI Life Ungkap Dampak Inflasi ke Bisnis Asuransi Jiwa

Bisnis.com,07 Agt 2022, 11:11 WIB
Penulis: Denis Riantiza Meilanova
PT Asuransi BRI Life. BRI Life menyebut tren kenaikan inflasi akan menyebabkan naiknya kebutuhan keuangan masyarakat dan mungkin dapat berdampak pada kemampuan membayar premi. /BRI Life

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Utama PT Asuransi BRI Life Iwan Pasila menilai kenaikan inflasi berpotensi berdampak pada perlambatan premi dan peningkatan klaim nilai tebus atau surrender. Hal ini karena kebutuhan keuangan masyarakat akan cenderung meningkat.

"Tren kenaikan inflasi akan menyebabkan naiknya kebutuhan keuangan masyarakat dan mungkin dapat berdampak pada kemampuan membayar premi, serta pada kecenderungan untuk melakukan penarikan dana yang tersedia di polis unit linked," ujar Iwan kepada Bisnis, dikutip Minggu (7/8/2022).

Tren peningkatan surrender di BRI Life pun terlihat meningkat sepanjang semester I/2022, terutama di portofolio unit linked. Iwan menuturkan, total surrender dari portofoluo unit linked mencapai Rp355 miliar sampai dengan Juni 2022, tumbuh signifikan di atas 30 persen year-on-year (yoy). Peningkatan surrender ini pun menyebabkan pertumbuhan premi di unit linked hanya tumbuh 1 persen yoy sampai dengan Juni 2022.

"Kami terus mendorong komunikasi dengan pemegang polis melalui media digital untuk mengingatkan pemegang polis pentingnya untuk terus membayar premi dan tidak melakukan surrender polis agar pertanggungan dapat terus berjalan, karena risiko bisa datang kapan saja, sayang kalau terjadi risiko dan tidak ada pertanggungannya," kata Iwan.

Sementara itu, dari sisi perolehan premi, BRI Life masih membukukan kenaikan premi yang cukup tinggi, baik premi baru yang disetahunkan maupun premi bruto. Sampai dengan Juni 2022, perseroan membukukan premi baru ekuivalen yang disetahunkan senilai Rp1,54 triliun atau tumbuh 35 persen yoy, sementara premi bruto mencapai Rp4,66 triliun atau tumbuh 38 persen yoy.

Guna menggenjot perolehan premi, BRI Life pun terus menerapkan insiatif strategis untuk melakukan penetrasi di berbagai segmen bisnis induknya, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

"Kami terus mengupayakan penetrasi di Bank BRI untuk masuk lebih dalam kepada segmen retail, UMKM, dan mikro, dengan memanfaatkan teknologi digital dalam proses akuisisi dan layanan pelanggan sehingga dapat mendukung efisiensi," kata Iwan.

Inisiatif lainnya, lanjut Iwan, dengan terus membuka komunikasi dengan nasabah memanfaatkan teknologi digital melalui WhatsApp corporate dan centralized contact center untuk mengingatkan pemegang polis pentingnya mengupayakan pembayaran premi lanjutan agar perlindungan asuransi tetap terjaga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Hafiyyan
Terkini