Jelang Nota Keuangan 2023, Ini Rencana BI untuk Pacu Digitalisasi Keuangan

Bisnis.com,12 Agt 2022, 18:38 WIB
Penulis: Leo Dwi Jatmiko
Seorang sopir angkot rute Pasar Baru-Pasar Raya Padang memandu penumpang membayar ongkos menggunakan QRIS./ Antara - Ikhwan Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia akan terus mendorong digitalisasi keuangan di Tanah Air. Sejumlah inisiatif yang telah dilakukan akan terus diperluas ke depan, sambil menghadirkan inovasi-inovasi keuangan digital baru.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan sejak 2018, Bank Indonesia terus melakukan digitalisasi pembayaran. Saat ini QRIS telah digunakan lebih dari 20 juta pengguna, termasuk memfasilitasi berbagai transaksi di bidang fiskal.

“Insya allah akan kami terus tingkatkan QRIS sebagai nasional standar dalam digitalisasi pembayaran untuk mendukung ekonomi keuangan digital nasional,” kata Perry dalam live streaming Like IT, Jumat (12/8).

Perry menambahkan BI juga akan terus memperluas penggunaan BI Fast, sebuah sistem pembayaran ritel 24/7 dan tidak pernah berhenti, dengan biaya yang sangat murah yaitu Rp2.500.

Ke depan BI Fast dan QRIS akan tersambungkan dengan beberapa negara Asia Tenggara, yaitu Singapura, Malaysia, Thailand dan Filipina.

Dia mengatakan langkah itu merupakan upaya dalam mendigitalkan sistem keuangan untuk pembangunan ekonomi. Ke depan, lanjutnya, Bank Indonesia akan mengeluarkan digital rupiah yang saat ini sudah masuk tahap akhir.

“Kami akan luncurkan ini bersama dengan integrasi sistem pembayaran dan pasar uang, dan berbagai pihak dan industri dan bank-bank sentral lain,” kata Perry.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Aprianto Cahyo Nugroho
Terkini