Resmi! Investree Group Genggam 18,4 Persen Saham Amar Bank (AMAR)

Bisnis.com,25 Agt 2022, 20:34 WIB
Penulis: Rika Anggraeni
Logo PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) di Jakarta, Selasa (25/1/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan fintech lending, Investree Group resmi menggenggam sebanyak 18,4 persen saham PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) atau Amar Bank.

Pada Mei, Investree Group dan Tolaram Group Inc. (Tolaram), pemegang saham pengendali Amar Bank, mengumumkan penandatanganan perjanjian transaksi untuk akuisisi saham minoritas signifikan oleh Investree Group di Amar Bank.

 

Kemudian pada Juni, Investree Group mengakuisisi 10,9 persen dari seluruh saham Amar Bank yang ditempatkan dan disetor penuh. Dengan demikian, saat ini, Investree Group telah menyelesaikan transaksi dan meningkatkan kepemilikan sahamnya menjadi 18,4 persen, sehingga mengukuhkan kepemilikan saham minoritas platform fintech lending untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terhadap Amar Bank.

 

Mengutip dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (25/8/2022), transaksi tersebut merupakan penyelesaian pengalihan saham Amar Bank oleh pemegang saham yang dilakukan pada 24 Agustus 2022.

 

“Tahap akhir pengalihan saham dari Tolaram kepada Investree dengan jumlah saham sebesar 1.035.714.286 saham atau 7,5 persen dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh perseroan telah selesai dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus 2022,” jelas Presiden Direktur Amar Bank Vishal Tulsian.

 

Alhasil, komposisi pemegang saham emiten bersandi saham AMAR itu terdiri dari Tolaram dengan menggenggam 8,2 miliar saham atau setara dengan 59,4 persen, lalu Investree mengempit 2,54 miliar saham atau setara dengan 18,4 persen, dan masyarakat sebanyak 3,07 miliar saham atau 22,2 persen.

 

Co-Founder CEO Investree Indonesia dan CEO Investree Regional Adrian Gunadi mengatakan Investree menyambut langkah terbaru ini dengan antusiasme tinggi.

 

Adrian menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian untuk menciptakan lintas kolaborasi yang kohesif antara fintech dan perbankan, serta bersama-sama melakukan inovasi produk, menyediakan layanan pembiayaan digital dan solusi bisnis yang lebih terintegrasi, serta memperluas jangkauan ke calon debitur atau pelaku UMKM di kota-kota yang menjadi bagian dari jaringan Amar Bank.

 

Selain itu, Adrian menyatakan akuisisi ini akan semakin memperkuat ekosistem solid milik Investree yang memungkinkan peningkatan potensi strategis untuk memberdayakan UMKM di seluruh negeri.

 

“Setelah ini, kami berharap kami dapat mulai menjalankan inisiatif-inisiatif kunci yang disiapkan oleh Investree Group dan Amar Bank,” ujar Adrian dalam keterangan tertulis, Kamis (25/8/2022).

 

Vishal menyampaikan bahwa kemitraan strategis dengan Investree akan memperkuat posisi AMAR sebagai bank digital yang memanfaatkan teknologi untuk membawa dampak positif di negara ini.

 

“Neraca Amar yang kuat + pinjaman digital Tunaiku + perbankan digital Senyumku + pinjaman UKM Investree + ekosistem Investree = siap menjadi bank digital Indonesia terkuat yang berfokus pada UMKM,” ungkap Vishal.

 

Sejak transformasi digitalnya pada 2014, Karyawan Amar Bank meningkat dari total 17 orang menjadi lebih dari 1.000 orang pada 2022 dan telah membawa pulang 28 penghargaan bergengsi sejak tahun 2017.

 

Secara konsisten, Vishal menyatakan Amar Bank menyediakan layanan kredit yang dapat diakses oleh semakin banyak masyarakat dan bisnis mikro, khususnya yang unbanked dan underserved.

 

“Amar Bank melalui Tunaiku telah menyalurkan lebih dari Rp8 triliun pinjaman, untuk membawa dampak positif bagi kehidupan lebih dari 575.000 nasabah,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Investree Group yang memiliki operasional di Indonesia di bawah PT Investree Radhika Jaya (Investree) berkomitmen untuk memperluas akses layanan keuangan bagi pelaku UMKM melalui solusi perbankan digital.

 

Adrian menambahkan bahwa dengan mengakuisisi saham minoritas yang signifikan di Amar Bank, Investree Group percaya bahwa upayanya untuk meningkatkan inklusi keuangan dapat dipercepat.

 

“Secara khusus, melalui sinergi yang kuat dengan Amar Bank, Investree Group bermaksud untuk mengembangkan produk-produk pembiayaan dan menawarkan solusi bisnis digital yang lebih luas untuk meningkatkan level operasional UMKM di seluruh negeri,” tambahnya.

 

Saat ini, Investree Group memiliki unit usaha yang bergerak di bidang credit-scoring inovatif dan solusi bisnis menyeluruh, seperti e-invoicing dan manajemen stok.

 

Lebih lanjut, dengan memanfaatkan ekosistem yang solid, Adrian menekankan bahwa Investree dan Amar Bank akan membangun bank digital untuk pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian negara, juga berkolaborasi silang dengan memaksimalkan produk-produk yang telah ada baik dari sisi Investree maupun Amar Bank untuk mengoptimalkan dukungan bagi UMKM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Novita Sari Simamora
Terkini