CIMB Niaga Syariah Sebar Pembiayaan Rp42,3 Triliun, Ini Pendorongnya

Bisnis.com,26 Agt 2022, 07:40 WIB
Penulis: Aziz Rahardyan
Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P. Djajanegara (dua dari kiri) bersama jajaran pengurus unit usaha syariah CIMB Niaga/Bisnis.com-Aziz R

Bisnis.com, DENPASAR - Strategi PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) untuk menggenjot segmen syariah lewat kampanye 'Syariah First' membawa peningkatan kinerja signifikan terhadap unit usaha syariah (UUS) miliknya, CIMB Niaga Syariah.

Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P. Djajanegara menjelaskan kolaborasi dengan induk usaha sejalan dengan strategi dual banking leverage model (DBLM), di mana memungkinkan CIMB Niaga Syariah mengoptimalkan sumber daya dan infrastruktur milik induk.

"Selain itu, dukungan penuh dari induk dengan mengutamakan penawaran produk-produk syariah kepada nasabah dibanding konvensional alias 'Syariah First', juga menjadi pendorong pertumbuhan kami secara berkelanjutan," ujarnya dalam diskusi terbatas bersama media di Denpasar, Bali, Kamis (25/8/2022).

Pandji menyebut dalam enam tahun terakhir, tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR) perbankan syariah tanpa UUS hanya akan mencapai 13 persen, namun dengan kontribusi UUS pertumbuhan rata-rata dipercepat menjadi 15 persen.

Oleh sebab itu, CIMB Niaga Syariah pun berupaya membuktikan bahwa model bisnis UUS sebenarnya masih menjadi yang terbaik untuk mendorong pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia lebih pesat.

"Kinerja kami sebagai UUS terbesar di Tanah Air membuktikan bahwa sinergi merupakan jalan terbaik untuk mendongkrak perbankan syariah. Kalau dipaksa spin-off, akan ada pengaruhnya terhadap layanan dan peningkatan inklusi keuangan masyarakat yang bisa kami hadirkan," tambahnya.

Adapun, sepanjang semester I/2022, penyaluran pembiayaan CIMB Niaga Syariah mencapai Rp42,3 triliun, dengan rata-rata CAGR dalam enam tahun terakhir mencapai 29,4 persen.

Kontributor utama melesatnya pertumbuhan pembiayaan CIMB Niaga Syariah pada semester pertama 2022 berasal dari segmen corporate banking yang tumbuh Rp4,1 triliun atau 15,95 persen (year-on-year/yoy).

Sementara itu, consumer banking dengan kenaikan sebesar Rp4,3 triliun. Segmen consumer banking khususnya ditopang pembiayaan perumahan sebesar Rp3,1 triliun dan pembiayaan kepemilikan kendaraan sebesar Rp1,1 triliun.

Adapun dari sisi pendanaan, kinerja CIMB Niaga Syariah per 30 Juni 2022 mencapai Rp36,9 triliun. Sepanjang enam tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan pendanaan mencapai 31,4 persen.

Lewat kinerja pembiayaan dan pendanaan yang solid, per 30 Juni 2022 CIMB Niaga Syariah membukukan laba sebesar Rp648 miliar dan aset Rp58,9 triliun. Secara rata-rata dalam enam tahun terakhir, pertumbuhan laba dan aset masing-masing sebesar 42,9 persen dan 35,9 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggara Pernando
Terkini