Kala Bos BBCA Sebut Bunga Kredit BCA Digital Akan Lebih Rendah dari Fintech, Terbukti?

Bisnis.com,02 Sep 2022, 18:50 WIB
Penulis: Dionisio Damara
Tampilan Blu by BCA Digital./bcadigital.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Pada medio April 2021, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. Jahja Setiaatmadja pernah berujar bahwa suku bunga kredit dari BCA Digital akan lebih kompetitif dari perusahaan finansial teknologi atau fintech.

Pernyataan Jahja tersebut dimuat dalam pemberitan Bisnis.com yang terbit pada 8 April 202l. Kala itu, BCA Digital masih dalam pengembangan. Baru pada 22 Juli 2021, bank digital milik BCA itu resmi meluncur.

Berdasarkan pemberitaan tersebut, Jahja mengatakan suku bunga kredit milik yang ditawarkan fintech terlampau sangat tinggi lantaran tidak memiliki kemampuan dalam menghimpun dana. Oleh karena itu, dia menyatakan bunga kredit BCA Digital ke depan akan lebih kompetitif.

“Nah, kalau bicara suku bunganya ke depan, Digital BCA akan di tengah-tengah. Kalau bank dituntut suku bunga satu digit, sedangkan fintech bisa sangat tinggi sekali,” ujarnya kala itu.

Lantas, apakah ucapan Jahja terbukti?

Dikutip dari laman resmi BCA Digital, Jumat (2/9/2022), bank yang baru berusia satu tahun lebih ini menawarkan bunga kredit 8,69 persen per tahun.

Suku bunga dasar kredit atau prime lending rate BCA Digital tersebut berlaku sejak 31 Maret 2022 dan untuk semua segmen bisnis, mulai dari kredit korporasi, kredit ritel, hingga Kredit Pemilikan Rumah (KPR).  

Adapun jika mengacu pada ketentuan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), maksimal bunga pinjaman anggota asosiasi ditetapkan sebesar 0,46 persen per hari. Dengan besaran ini, bunga per tahun pinjol setara 167,9 persen setahun.

Dalam perkembangan terkini, OJK akan memanggil para pelaku pinjol untuk menentukan batas maksimal pengenaan bunga kepada para peminjam (borrower). Sebagai informasi, hal ini seiring telah terbitnya aturan main anyar lewat POJK No. 10/2022.

Deputi Komisioner Pengawas IKNB II OJK Moch. Ihsanuddin menjelaskan bahwa pihaknya akan segera memanggil Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) untuk mendiskusikan besaran bunga tersebut.

Fokus Himpun Dana

Kembali ke BCA Digital, Jahja pada tahun lalu menyatakan BCA Digital akan diprioritaskan untuk menghimpun dana dan itu terbukti. Dalam kurun waktu setahun, bank digital tersebut telah menghimpun dana pihak ketiga (DPK) Rp4,4 triliun.

Presiden Direktur BCA Digital Lanny Budiati mengatakan bahwa pihaknya membidik raihan DPK sebesar Rp5 triliun sampai dengan akhir tahun 2022. Anak usaha emiten bersandi BBCA itu juga akan menghadirkan produk yang relevan kepada para nasabah.

“Saya rasa hingga akhir tahun nanti kami akan lewat dari Rp5 triliun. Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan masyarakat kepada BCA Digital dan BCA Group,” kata Lanny.

Dalam menghimpun DPK, kata Lanny, perusahaan sangat terbantu dengan nama besar BCA. Hal itu dapat terlihat dari komposisi nasabah BCA Digital yang saat ini melayani 806.000 pengguna. Dari jumlah itu, sekitar 35 persen merupakan nasabah yang juga tercatat di BCA.

Lani mengatakan bahwa dalam 3 tahun ke depan, BCA Digital ingin memantapkan posisi blu, aplikasi mobile banking milik perusahaan, agar tidak hanya menjadi bank digital tempat menabung, tetapi juga untuk membantu nasabah dalam bertransaksi sehari-hari.

BCA Digital juga berkomitmen untuk terus membantu nasabah agar makin mudah dalam bertransaksi. Salah satu contoh kemudahan transaksi yang ditawarkan BCA Digital adalah transfer uang kepada lima akun, hanya dengan sekali klik transfer.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Aprianto Cahyo Nugroho
Terkini