BRI (BBRI) Siap Tebar Dividen Jumbo Selama 4 Tahun ke Depan

Bisnis.com,14 Sep 2022, 17:23 WIB
Penulis: Dionisio Damara
Menara Brilian dari Bank BRI./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) berkomitmen untuk menebar rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio di atas 70 persen dari laba bersih perseroan selama empat tahun ke depan.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan hal tersebut dikarenakan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) dari emiten bank bersandi saham BBRI ini cukup kuat berada di level sekitar 25 persen, atau naik 20 persen secara tahunan.

Oleh karena itu, Sunarso menyatakan berapa pun laba yang diperoleh BBRI selama 2 – 4 tahun ke depan, sangat layak dibagikan kepada pemegang saham. Sebagai catatan, BRI membayarkan 85 persen dari laba bersih tahun 2021 kepada shareholders sebagai dividen.

“Oleh karena itu, rasanya tidak berlebihan jika saya sampaikan bahwa 2 hingga 4 tahun ke depan, BRI dapat membayar dividen di atas 70 persen dari laba yang diperoleh,” ujarnya dalam Public Expose Live 2022, Rabu (14/9/2022).

Sunarso mengungkapkan bahwa BBRI telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Salah satunya, perseroan telah memiliki sumber pertumbuhan baru melalui Holding Ultra Mikro (UMi).

“Ekosistem UMi ini tidak hanya akan mendorong penyaluran kredit, namun juga kami dorong pertumbuhannya ke arah liabilities, seperti CASA serta penjualan produk cross selling,” tuturnya.

Sejak satu tahun terbentuknya holding tersebut, BRI bersama dengan PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mencatatkan jumlah nasabah yang diintegrasikan mencapai 23,5 juta nasabah dengan total outstanding pembiayaan sebesar Rp183,9 triliun.

Strategi lain yang diterapkan oleh BBRI adalah disiplin menjaga likuiditas dengan fokus pada dana murah atau current account saving account (CASA). Hal ini membuat rasio CASA perseroan mencapai level tertinggi dan cost of fund (CoF) terendah sepanjang sejarah.

BRI tercatat mampu menekan CoF di level 1,7 persen. Capaian tersebut merupakan yang terendah sejak 2019. Perseroan mencatat bahwa CoF pada 2019 berada di kisaran 3,6 persen, kemudian tahun 2020 ditekan ke 3,2 persen, dan tahun lalu sekitar 2,1 persen.

Sunarso mengungkapkan hal tersebut menunjukkan bahwa transformasi BRI makin kuat, terutama dari struktur liabilitasnya sehingga mampu mempertebal ketersediaan likuiditas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Aprianto Cahyo Nugroho
Terkini