Bank Mandiri (BMRI) Sebut Keamanan Data Pribadi jadi Senjata Utama Bank

Bisnis.com,22 Sep 2022, 07:43 WIB
Penulis: Rika Anggraeni
Ilustrasi perlindungan data pribadi saat belanja di toko online atau e-commerce. /Freepik.com

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menilai bahwa menjaga perlindungan data pribadi nasabah merupakan modal utama dalam menjaga kepercayaan.

Pasalnya, di era digitalisasi dan perkembangan teknologi informasi atau IT yang semakin pesat, bank pelat merah bersandi saham BMRI itu menyadari pentingnya menjaga keamanan data pribadi nasabah dari ancaman serangan siber.

Sebagaimana diketahui, Rancangan Undang-Undang tentang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) baru saja disahkan menjadi Undang-undang (UU) dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Selasa (20/9/2022). Kehadiran UU PDP ini diharapkan mampu menjadi landasan hukum yang kuat dan memastikan negara menjamin perlindungan data pribadi di Tanah Air.

"Dapat kami sampaikan, Bank Mandiri tentunya menyambut baik kebijakan tersebut [UU PDP] untuk memperkuat keamanan data nasabah yang dapat memberikan kenyamanan secara lebih kepada nasabah," kata Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rudi As Aturridha kepada Bisnis, Kamis (22/9/2022).

Selain dari sisi internal bank, BMRI memandang bahwa juga diperlukan pengawasan dari pemerintah maupun regulator dalam memberikan panduan untuk melakukan pengamanan data pribadi nasabah, serta melakukan review dan pemeriksaan secara berkala. Langkah ini dilakukan guna memastikan implementasi pengamanan data pribadi nasabah berjalan dengan baik dan optimal.

Oleh sebab itu, Bank Mandiri mengimplementasikan pengamanan berlapis untuk meminimalisir risiko pembobolan data nasabah, mulai dari aspek people, process, dan technology.

Rudi membeberkan, pada aspek people, Bank Mandiri senantiasa meningkatkan knowledge dan awareness pegawai dalam mengelola keamanan informasi.

Selanjutnya untuk aspek process, Rudi menjelaskan bahwa dalam setiap pengembangan aplikasi yang dilakukan melalui System Development Life Cycle (SDLC). Dalam aspek initerdapat proses security review mulai dari tahap desain juga security assessment, sejalan dengan proses pengembangan untuk memastikan keamanan data nasabah dalam aplikasi yang sedang dikembangkan. 

Lalu pada aspek technology, Bank Mandiri senantiasa mengikuti perkembangan jenis serangan siber yang dapat digunakan untuk mencuri data nasabah serta perkembangan teknologi yang ada untuk dapat memitigasi risiko kebocoran data.

"Bank Mandiri senantiasa memilih teknologi yang terbaik dan tepat sasaran dalam meningkatkan keamanan aplikasi," imbuhnya.

Rudi menambahkan bahwa seiring dengan perkembangan teknologi yang sejalan dengan peningkatan ancaman serangan siber, Bank Mandiri turut mengimplementasikan berbagai tools untuk mendeteksi dan mencegah upaya kebocoran data.

"Bank Mandiri juga melakukan peremajaan sistem secara berkala untuk menjaga agar operating system yang digunakan selalu dalam kondisi updated dalam konteks versi maupun patch, sehingga dapat memitigasi celah keamanan pada sistem," lanjutnya. 

Di samping itu, Bank Mandiri juga memiliki unit yang secara 24x7 atau setiap saat dan real time melakukan pemantauan dan pencegahan atas upaya-upaya serangan siber terhadap Bank Mandiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Muhammad Khadafi
Terkini