Pinjol 360Kredi & Akseleran Bocorkan Strategi Bertahan dari Potensi Kredit Macet

Bisnis.com,06 Okt 2022, 05:10 WIB
Penulis: Aziz Rahardyan
Co-Founder & CEO PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) Ivan Nikolas Tambunan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemain teknologi finansial pendanaan bersama alias peer-to-peer (P2P) lending alias pinjol menilai gejolak kondisi perekonomian ke depan yang diprediksi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resesi berpotensi meningkatkan risiko operasional, sampai lonjakan rasio pinjaman macet.

Namun, di sisi lain, fenomena memburuknya profil risiko kredit masyarakat juga bisa memunculkan peluang, karena segmen peminjam 'buangan' lembaga keuangan konvensional alias mereka yang tak mendapat kredit dari bank dan leasing akan turut membesar. 

Mewakili platform P2P lending klaster multiguna, Direktur Utama PT Inovasi Terdepan Nusantara (360Kredi) Suhartono menekankan pada prinsipnya setiap platform sudah pasti paham konsekuensi bermain di bisnis pinjaman yang menyasar segmen masyarakat berisiko tinggi.

"Pada prinsipnya, bisnis P2P lending sendiri memang berisiko tinggi karena tidak ada agunannya sama sekali. Maka dari itu, untuk mempertahankan kinerja dan menjaga kepercayaan para lender [pemberi pinjaman], tidak mungkin semua pengajuan borrower [peminjam] yang masuk akan diterima begitu saja oleh setiap platform," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (5/10/2022).

Sebagai informasi, 360Kredi melayani borrower yang membutuhkan fasilitas pinjaman dana tunai di bawah Rp10 juta dengan tenor hitungan bulan. Sepanjang berdiri, penyaluran pinjaman 360Kredi mencapai Rp1,66 triliun kepada 411.000 borrower.

Terkini, outstanding 360Kredi tersisa Rp167,02 miliar dari 295.728 borrower aktif, dengan tingkat keberhasilan bayar pinjaman 90 hari (TKB90) bertahan di 98 persen. Saat ini, 360Kredi hanya membuka pendanaan institusi dari super lender dan bank.

Pria yang akrab disapa Suhar ini menekankan di samping senantiasa selektif dalam menyalurkan pinjaman, kunci keberhasilan 360Kredi mempertahankan kinerja TKB90 juga ditopang oleh penguatan terhadap aspek layanan pengaduan konsumen.

Sebab, pihaknya paham betul bahwa mayoritas segmen borrower P2P lending merupakan tipe yang 'cepat panas' ketika menemui gangguan atau pelayanan yang kurang maksimal. Tak jarang, mereka ini akhirnya berujung macet hanya karena tak berkenan membayar cicilannya.

"Itulah kenapa menjalankan bisnis P2P lending itu penting sekali menangani komplain secara cepat. Kami punya cara dengan membentuk komite pengaduan. Mulai dari pengaduan via telepon, media sosial, review aplikasi, semuanya harus dijawab dan dituntaskan secepat mungkin. Inilah salah satu alasan kenapa TKB90 kami terjaga, dan jumlah borrower setia yang rutin meminjam di 360Kredi terus meningkat," ungkapnya.

Bergeser ke platform P2P lending klaster produktif, PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) mengungkap kunci bisa menjaga ketentraman dan kenyamanan para pendana, terutama segmen pendana ritel atau perorangan.

Sebagai gambaran, Akseleran tercatat telah mampu merangkul 199.734 pendana sejak berdiri, di mana 39.791 di antaranya merupakan pendana aktif. Total pinjaman tersalurkan sepanjang berdiri mencapai Rp5,74 triliun kepada 3.655 peminjam.

"Bahkan, kampanye pendanaan kami setiap bulan itu 90 persen berasal dari lender yang melakukan pendanaan berulang. Mayoritas lender ritel, tapi ada juga dari lender institusi seperti perbankan," ujar CEO & Co-Founder Akseleran Ivan Nikolas Tambunan kepada Bisnis.

Terkini, dari outstanding pinjaman tersisa Rp581,53 miliar kepada 1.230 peminjam aktif, Akseleran masih bisa menjaga TKB90 di angka 99,58 persen. Mayoritas peminjam Akseleran merupakan UMKM yang membutuhkan fasilitas invoice financing dan PO financing.

Ivan menjelaskan bahwa kunci dari menjaga TKB90 sebenarnya berada pada strategi penyaluran pinjaman yang tidak sembarangan. Setelah itu, Akseleran turut melengkapi dengan asuransi yang bisa menjamin 99 persen pokok pinjaman tertunggak.

"Tapi perlu diingat, asuransi itu ibarat penjaga gawang. Nah, setiap P2P lending harus punya strategi bertahan yang kuat terlebih dahulu di depannya, yaitu dari sisi penyaluran pinjaman yang terukur. Kalau tidak, mana ada mitra perusahaan asuransi yang mau bekerja sama dengan kita," tambahnya.

Oleh sebab itu, demi menggenjot pembiayaan sekaligus menjaga risiko tetap terukur, Akseleran akan terus memperbanyak kerja sama dengan suatu entitas atau perusahaan yang memiliki ekosistem UMKM jumbo di dalamnya.

Entitas tersebut misalnya lembaga pengadaan pemerintah, atau perusahaan dengan banyak UMKM yang menjadi pendukung usahanya. Mereka ini bisa berperan seperti penjamin proyek para UMKM. Selain itu, mereka pun merupakan payor dari invoice financing atau PO financing para UMKM tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggara Pernando
Terkini