Ada Perfect Storm Ekonomi Global, Ketua OJK Bicara Solusi dengan Omnibus Law

Bisnis.com,11 Okt 2022, 18:22 WIB
Penulis: Dionisio Damara
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar memberikan keterangan dalam konferensi pers triwulanan KSSK di Jakarta, Senin (1/8/2022). Dok: Youtube Kemenkeu

Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan agar industri jasa keuangan dalam negeri bersiap untuk melanjutkan pertumbuhan ekonomi dan siaga menghadapi risiko global yang kini menjelma sebagai badai besar sempurna (perfect storm).

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan saat ini agenda reformasi untuk sektor jasa keuangan adalah mematangkan aturan Rancangan Undang-Undang Penguatan dan Pengembangan Sektor Jasa Keuangan (RUU P2SK) atau omnibus law jasa keuangan.

“Di situ akan diatur secara rinci bidang di sektor jasa keuangan yg sebelumnya tidak ada untuk diperkuat. Ini reformasi besar yakni omnibus law untuk sektor keuangan,” ujarnya dalam BNI Investor Daily Summit, Selasa (11/10/2022).

Selain itu, Mahendra menambahkan bahwa OJK juga akan memastikan ketersediaan likuiditas industri jasa keuangan untuk mengantisipasi risiko. Industri keuangan diminta mencermati risiko pasar, termasuk eksposur surat berharga negara dan valuta asing atau valas.

“OJK juga minta sektor jasa keuangan mengamati sektor kredit yang memiliki sensibilitas terhadap perkembangan global, sehingga alokasi dan penyaluran tidak berlebih dalam menjaga kesehatan sektor jasa keuangan,” pungkasnya.

Menurutnya, OJK memahami betul apa yang perlu dilakukan dan terus berfokus pada agenda reformasi di lembaga jasa keuangan. Otoritas juga akan terus memantau perkembangan ekonomi global dan diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian.

Mahendra sebelumnya menyatakan ekonomi global saat ini layaknya seperti badai. Dia bahkan menyebut kondisi saat ini sebagai badai yang sempurna atau perfect storm.

Probabilitas ini terjadi karena dipengaruhi oleh tiga tantangan yang menjadi satu. Pertama, inflasi tinggi yang melanda negara-negara maju. Kedua adalah resesi, baik resesi teknis atau technical recession maupun lainnya. Ketiga, aspek ketidakpastian terkait geopolitik.

“Berapa lama dan seberapa besar, kami tidak tahu pasti. Tapi bahwa ada badai dan perfect storm pasti akan terjadi,” kata Mahendra.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggara Pernando
Terkini