BIFA 2022: Apresiasi bagi Pelaku Pasar Keuangan di Tengah Gelojak Ekonomi

Bisnis.com,13 Okt 2022, 14:40 WIB
Penulis: Feni Freycinetia Fitriani
Ketua Dewan Juri Raden Pardede menyampaikan paparan tentang proses penjurian saat acara Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2022 di Jakarta, Kamis (13/10/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA — Bisnis Indonesia Group menganugerahkan 34 penghargaan kepada perusahaan maupun pemimpin puncak bisnis pilihan, khususnya yang bergerak di industri jasa keuangan dan pasar modal, melalui Bisnis Indonesia Financial Award 2022 atau BIFA 2022.

Harapannya, industri keuangan dan pasar modal di Tanah Air, baik bank, asuransi, multifinance, maupun sekuritas semakin terpacu untuk berperan lebih besar dalam pemulihan perekonomian.

BIFA 2022, yang diselenggarakan di JS Luwansa Hotel, pada Kamis (13/10/2022) mulai pukul 13.00 sampai dengan 16.00 WIB, dibuka oleh Hariyadi Sukamdani selaku Presiden Komisaris PT Jurnalindo Aksara Grafika. Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mirza Adityaswara menjadi pembicara kunci.

Kegiatan ini merupakan bentuk penghargaan individu dan perusahaan finansial yang berhasil mencatatkan kinerja menonjol dan efisiensi tinggi serta konsisten berada dalam koridor praktik berbisnis yang baik.

“Beragam inovasi telah dilakukan oleh perusahaan maupun individu-individu yang terlibat dalam industri keuangan maupun investasi di pasar modal demi meningkatkan efisiensi, menaikkan kinerja, bertahan di tengah pandemi, hingga bertransformasi menyiasati dinamika ekonomi global. Tentu saja, keberhasilan dan kreativitas menghadapi tantangan-tantangan semacam ini layak untuk mendapatkan penghargaan,” ujar Hariyadi Sukamdani, Kamis (13/10/2022).

Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mirza Adityaswara mengatakan dunia dihadapkan dengan masalah akibat perang Rusia vs Ukraina di tahap akhir pandemi Covid-19. Masalah tersebut tercermin salah satunya di pasar keuangan.

"Ekonomi kita cukup baik di tengah situasi yang tidak mudah. Pertumbuhan kredit perbankan 10,6 persen [yoy] dan 7,1 [ytd]. Bank swasta nasional domestik tumbuh 10,2 persen, bank swasta nasional milik asing 8,1 persen, bank BUMN 5,5 persen, BPD 5,2 persen, dan kantor cabang bank asing 8,5 persen. Menurut saya, ini semua cukup baik," jelasnya. 

Secara historis, Bisnis Indonesia Financial Award digelar sejak 2017 dan awalnya merupakan hasil gabungan dan revitalisasi dari agenda tahunan Bisnis Indonesia Banking Efficiency Award dan Bisnis Indonesia Banking Award.

Setiap tahun, proses pemilihan pemenang penghargaan terus disempurnakan. Sejumlah parameter, sistem pengkategorian, metode, maupun proses seleksi selalu diperbaiki.

Secara umum, seleksi penjurian BIFA 2022 terdiri dari dua tahap, yaitu seleksi kuantitatif dan kualitatif. Pada tahap kuantitatif, perusahaan akan diseleksi berdasarkan sejumlah indikator kinerja keuangan, diantaranya pertumbuhan laba bersih, rasio utang, tingkat pengembalian aset, dan margin laba bersih.

Nominee yang lolos dari setiap kategori dari tahapan kuantitatif akan diajukan ke tahap berikutnya, yaitu kualitatif. Seleksi kualitatif bertujuan untuk menentukan satu penerima award di setiap kategori berdasarkan pertimbangan para dewan juri.

Adapun, susunan dewan juri pada BIFA 2022, yaitu Ekonom Senior Raden Pardede selaku ketua dewan juri dengan anggota Presiden Direktur PT Jurnalindo Aksara Grafika Lulu Terianto, Anggota Dewan Komisioner OJK periode 2017-2022 Heru Kristiyana, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia Suwandi Wiratno, dan Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (2011-2017) Julian Noor.

Pada BIFA 2022, terdapat enam kategori penghargaan, yang telah melalui penilaian yang ketat dari dewan juri, yaitu The Best Performance Bank, The Most Efficient Bank, The Best Performance Insurance, The Best Performance Multifinance, The Most Efficient Multifinance, dan The Best Performance Securities Company.

“BIFA 2022 ini agak unik karena kita baru saja melewati masa pandemi. Jadi memang terjadi lompatan yang signifikan. Namun, kami juga melihat kontinuitasnya. Keadaan sekarang ini tentu lebih baik dari 2021, apalagi 2020. Tentu kita berharap untuk kedepannya, perusahaan-perusahaan di industri keuangan ini bisa lebih baik. Apalagi sisi makroekonomi sudah sangat baik. Namun bisa saja akan ada badai atau topan yang akan datang. Untuk itu, kita harus selalu waspada akan kemungkinan-kemungkinan itu,” kata Raden Pardede.

Dalam Bisnis Indonesia Financial Award 2022 kali ini, Bisnis Indonesia juga memberikan penghargaan kepada tiga pimpinan puncak perusahaan sebagai Best CEO.

Selain itu, ada juga penghargaan khusus atau Special Award yang didedikasikan kepada perusahaan-perusahaan yang dipilih dan ditentukan b erdasarkan hasil penilaian sidang dewan redaksi.

Sebagaimana penetapan penerima apresiasi Bisnis Indonesia Financial Award 2022 oleh Dewan Juri, penghargaan khusus oleh Dewan Redaksi Bisnis Indonesia ini menjunjung tinggi kredibilitas dan integritas dengan mendasarkan pada sejumlah parameter dan kriteria yang ketat.

Harapan kami, penganugerahan Bisnis Indonesia Financial Award 2022 dapat ikut mendorong kemajuan industri finansial di Indonesia, serta mengakselerasi pemulihan ekonomi negara dalam transisi menuju endemi Covid-19. Semoga!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Feni Freycinetia Fitriani
Terkini