Transaksi Digital Melesat, Operasional Bisnis BCA (BBCA) Makin Efisien

Bisnis.com,27 Okt 2022, 21:20 WIB
Penulis: Fahmi Ahmad Burhan
Aplikasi BCA mobile/Bisnis-Rika Anggraeni

Bisnis.com, JAKARTA — Operasional bisnis PT Bank Central Asia Tbk. atau BCA (BBCA) semakin efisien dalam mengelola operasional bisnisnya. Hal ini terlihat dari terus menurunnya rasio biaya operasional dan pendapatan operasional (BOPO) perseroan.

Berdasarkan laporan keuangan, BOPO BCA per September 2022 mencapai 48,55 persen. Angka tersebut turun 3,83 basis poin (bps) jika dibandingkan Juni 2022 yang mencapai 52,38 persen.

Sementara, jika dibandingkan September 2021 yang mencapai 54,28 persen, BOPO BCA turun 5,74 bps. Semakin kecil BOPO menunjukkan semakin efisiennya perbankan dalam menjalankan usahanya.

Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA, Hera F. Haryn mengatakan semakin efisiennya operasional bisnis perseroan didorong oleh optimalisasi transaksi melalui layanan perbankan digital dan transaksi non tunai.

"Kami juga terus memastikan operasional perbankan tetap berjalan optimal agar nasabah dapat memenuhi berbagai kebutuhan transaksi perbankan dengan lancar, aman, dan nyaman," ujarnya kepada Bisnis pada Kamis (27/10/2022).

BCA memang terus memacu transaksi digitalnya melalui mobile banking dan internet banking. Dalam sembilan bulan pertama 2022, nilai transaksi Internet banking BCA mencapai Rp12.902 triliun, tumbuh 19,1 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Kemudian, transaksi mobile banking BCA mencapai Rp3.966, tumbuh 39,1 persen yoy.

Per September 2022, BCA mobile telah digunakan oleh 25,4 juta pengguna atau naik 27 persen dibandingkan dengan September 2021.

"Pertumbuhan user ini didukung oleh pembukaan rekening secara online melalui BCA mobile yang per September 2022 mencapai 3 juta rekening atau meningkat 30 persen yoy," ujar Hera.

Diketahui, BCA telah membukukan laba bersih sebesar Rp29 triliun sampai dengan kuartal III/2022. Angka ini meningkat 24,8 persen yoy.

Seiring dengan peningkatan laba bersih, emiten berkode saham BBCA ini membukukan peningkatan kredit sebesar 12,6 persen yoy menjadi Rp682 triliun. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 11 persen ke posisi Rp1.025,52 triliun pada kuartal III/2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Feni Freycinetia Fitriani
Terkini