Tanggapan Manajemen Astra (ASII) dan BNI Life Terkait Akuisisi

Bisnis.com,15 Nov 2022, 15:16 WIB
Penulis: Nabil Syarifudin Al Faruq
Karyawan beraktivitas di kantor BNI Life di Jakarta, Kamis (30/6/2022). Bisnis/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA — PT BNI Life Insurance dikabarkan tengah diminati oleh sejumlah perusahaan. Rencana aksi korporasi ini seiring dengan kabar PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) atau Bank BNI yang berencana akan melepas saham nya di BNI Life sebesar 60 persen.

Di lansir dari Bloomberg, Singapore Holding Pte dan Prudentila Plc dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk mengakuisisi saham BNI Life dari induk usahanya yakni Bank BNI. Laporan yang sama juga menyebutkan, PT Astra International Tbk (ASII) berpotensi untuk bergabung dalam akuisisi anak usaha asuransi dari BBNI itu.

Direktur Keuangan BNI Life Eben Eser Nainggolan menebut bahwa pihaknya belum mengetahui perihal informasi tersebut ketika dikonfirmasi. Sejauh ini, kata dia, BNI Life belum dapat memberikan tanggapan mengenai informasi akuisisi tersebut. “Mohon maaf untuk saat ini BNI Life belum bisa mengkonfirmasi informasi tersebut, saya pun belum tau,” ujar dia kepada Bisnis, Selasa (15/11).

Head of Corporate Communication Astra International Boy Kelana pun menanggapi hal yang sama, pihaknya belum bisa mengkonfirmasi perihal rencana akuisis Astra International terhadap BNI Life.

“Secara prinsip, Astra selalui terbuka dengan setiap peluang bisnis yang sesuai dengan hasil analisa dan value Astra. Untuk saat ini, belum ada informasi yang dapat kami sampaikan,” ujar Boy.

Berdasarkan sumber Bloomberg, Bank BNI yang memiliki 60 persen saham di BNI Life juga tengah melakukan pembicaraan awal mengenai struktur penjualan saham tersebut dengan Sumitomo Life Insurance Co, di mana perusahaan asuransi Jepang ini memiliki 40 persen saham BNI Life. Perusahaan asuransi Jepang ini juga merupakan investor lama di Singapore Life, yang didukung oleh perusahaan ekuitas swasta TPG Inc. dan perusahaan asuransi yang berbasis di Inggris, Aviva Plc.

Aksi korporasi tersebut disinyalir memiliki nilai US$1 miliar atau sekitar Rp15 triliun. Disebut transaksi juga mencakup kemitraan bancassurance, di mana perusahaan asuransi diizinkan untuk menjual produknya di cabang bank dan saluran ritel lainnya untuk jangka waktu tertentu.

Namun demikian, pertimbangannya untuk menjalankan aksi korporasi tersebut masih pada tahap awal, sementara proses penjualan diproyeksikan tidak akan dimulai sampai akhir tahun ini. BNI dan Sumitomo masih bisa mengambil langkah lain.

Secara kinerja keuangan, BNI Life mencatatkan laba berish sekitar Rp180 miliar pada 2021, mengalami pertumbuhan 14 persen dari tahun sebelumnya, dengan total aset yang mencapai sekitar Rp22,8 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggara Pernando
Terkini