Jos! Laba Bank BUMN Lebih Besar dari APBD Jakarta, Tembus Rp85 Triliun

Bisnis.com,16 Nov 2022, 06:43 WIB
Penulis: Muhammad Khadafi
Ilustrasi ATM Link. /Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Laba bersih empat bank BUMN sepanjang 2022, hingga September, mencapai Rp85,76 triliun, naik 79,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dari sebelumnya Rp47,75 triliun. 

Capaian bank pelat merah tersebut sudah menyalir APBD DKI Jakarta sementara untuk 2023, yakni Rp82,5 triliun.

Adapun bila dirinci, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BBRI mencetak laba tertinggi atau Rp39,15 persen, naik 103,4 persen yoy. Kemudian diikuti oleh PT Bank Mandiri Tbk. (Persero) Tbk. atau BMRI yang meraup Rp30,65 triliun, naik 59,4 persen yoy. 

Selanjutnya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BBNI mengantongi laba bersih Rp13,69 triliun, tumbuh 76,6 persen yoy. Terkahir, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau BBTN melaporkan laba bersih Rp2,27 triliun, naik 49,3 persen yoy pada periode yang sama. 

Adapun bila dilihat dari dari tingkat pengembalian aset atau return on asset (ROA), BRI merupakan bank pelat merah dengan profitabilitas tertinggi. Per kuartal III/2022, bank melaporkan ROA sebesar 3,97 persen naik 145 basis poin (bps). 

Kemudian pada posisi kedua diisi oleh Bank Mandiri, yakni 3,40 persen, tumbuh 98 bps. BNI dan BTN, masing-masing membukukan ROA sebesar 2,48 persen (naik 97 bps) dan 1,03 persen (naik 29 bps). 

Sementara itu bila mengukur dari tingkat pengembalian modal atau return on equity (ROE), Bank Mandiri menjadi bank BUMN dengan kemampuan mencetak laba tertinggi. Bank melaporkan ROE kuartal III/2022 sebesar 23,28 persen, naik 820 bps. 

Posisi kedua duduk BRI dengan ROE 22,0 persen, naik 672 bps. Dari sisi ROE, BTN unggul dari BNI dengan capaian 16,83 persen, tumbuh 502 bps. BNI pada triwulan ketiga tahun ini membukukan 16,56 persen, naik 629 bps. 

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menyampaikan, pertumbuhan laba tersebut merupakan hasil dari strategi baru perseroan yang berfokus pada ekosistem, baik dari sisi pembiayaan maupun pendanaan.

Terpisah, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan bahwa perolehan laba bersih ini tetap dapat diraih meski perseroan menjalankan fungsi intermediasi secara selektif. Hasilnya, penyaluran kredit perseroan terkerek 9,1 persen yoy menjadi Rp622,61 triliun.

Sementara itu, Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo mengatakan kenaikan laba bersih ditopang oleh inisiatif strategi yang telah dijalankan oleh perseroan, salah satunya menjaga struktur biaya dana atau cost of fund (CoF).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Muhammad Khadafi
Terkini