Indonesia Rawan Gempa Bumi, Reasuransi Maipark: Tanda Asuransi Penting

Bisnis.com,21 Nov 2022, 21:35 WIB
Penulis: Rika Anggraeni
Ilustrasi asuransi/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – PT Reasuransi Maipark Indonesia menyampaikan bencana alam gempa bumi magnitudo 5,6 di Cianjur yang terjadi siang ini, Senin (21/11/2022), mengingatkan kepada masyarakat akan pentingnya memiliki asuransi gempa bumi.

Direktur Teknik Maipark Heddy Agus Pritasa menyampaikan aktivitas gempa bumi di Indonesia kian meningkat dari tahun ke tahun. Merujuk data Pusat Gempa Nasional, Heddy menjelaskan perkembangan jumlah sesar gempa meningkat hampir 4 kali lipat dari 81 pada 2010 menjadi 284 di periode 2017. Adapun, gempa bumi yang terjadi di Cianjur juga disebabkan oleh aktivitas sesar.

Sementara itu, unggahan gambar maupun video yang tersebar di media sosial juga memperlihatkan rumah warga yang banyak terdampak kerusakan dibandingkan bangunan industrial. Menurut Heddy, hal ini semakin menyadarkan akan pentingnya ketahanan bangunan terhadap guncangan gempa.

“Karena posisi negara kita di lempeng 3 tektonik besar dan ring of fire, maka asuransi bencana dalam hal ini asuransi gempa bumi amat diperlukan, tidak hanya pelaku usaha namun juga pemilik rumah,” kata Heddy kepada Bisnis, Senin (21/11/2022).

Berdasarkan data sementara pada pukul 14.11 WIB yang dilaporkan BNPB di laman resminya pada Senin (21/11/2022), tercatat rumah rusak berat sebanyak 7 unit. Tak hanya itu, Pusdalops mendapatkan laporan pondok pesantren rusak berat 1 unit dan RSUD Cianjur rusak sedang 1. Adapun, kerusakan fasilitas publik yang masih diidentifikasi tingkat kerusakan, antara lain gedung pemerintah 2 unit, fasilitas pendidikan 3, dan tempat ibadah 1. 

“Sering kali masyarakat belum menyadari pentingnya hal ini [asuransi gempa bumi]. Namun dari banyak kejadian bencana gempa bumi, risiko rumah tinggal-lah yang sering terdampak dikarenakan kualitas konstruksi yang beragam,” ungkap Heddy.

Lebih lanjut, Heddy menerangkan bahwa perusahaan reasuransi yang menspesialisasikan dirinya dalam gempa bumi dan risiko tertentu itu memiliki premi tarif Gempa MAIPARK di periode 2015 dihasilkan dari probabilitas kerugian rata-tahunan dengan menggunakan MCM modelling.

“Perhitungan [premi Maipark], yaitu jumlah premi yang dibayarkan selalu tidak seberapa dibandingkan manfaat yang didapat apabila terjadi gempa,” terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Novita Sari Simamora
Terkini